26 Tahun. Selamat anda makin tua :)

Alhamdulillah tanggal 2 november kemarin adalah tanggal kelahiran saya. Dua hal yang saya dapati pada diri saya sendiri ketika berhadapan dengan tanggal itu. Pertama, senang. Sebab Allah berikan begitu banyak kesempatan dan prestasi di umur ini. Yang kedua, tentu sedih. Sedih sebab umurku sudah memasukan 1/4 abad + 1 tahun. Astagfirullah makin tua. Di umur segini karir belum bagus. Pun belum nikah pula. hehe…

Sedih pasti tapi kalo berlama-lama sedihnya, apa bisa dikatakan saya sudah dewasa? Hmmm. Tua adalah PASTI, tapi dewasa adalah pilihan. Saya benar-benar harus ikhlas apa yang Allah takdirkan buat saya. Saya maunya begini, eh ternyata ada poin-poin dalam hidup yang Allah belum ngizinin. Seperti belum bisa S2 di tahun ini, mesti tahun depan…

Hidup di dunia ini, betul-betul tak terasa. Rasa-rasanya baru kemarin saya lulus kuliah. Rasa-rasanya baru kemarin saya bermain sepeda, main karet dan petak umpat bareng temen sepermainan di sekitar komplek rumah. Rasa-rasanya, baru kemarin saya merengek sama mama dan bapak karena ingin sesuatu. Hmmm… waktu berlajan begitu cepat, dan bagaikan roler coaster juga. Kadang iman di atas, dan kadang iman di bawah. Ya, itu lah hidup seorang muslim.

26 tahun. Kalo dipikir-pikir cukup lama juga. Sekiranya setiap hari dalam 26 tahun itu saya gunakan waktu 6 jam untuk tidur, maka sekitar 6 tahun saya gunakan hanya untuk tidur. Menyisakan 20 tahun. Tapi pastinya dalam 20 tahun itu tidak 100% dapat saya gunakan untuk ibadah/bekerja/beraktivitas yang produktif secara penuh. Ada waktu yang terpakai untuk hal-hal yang sifatnya sampingan, bahkan mungkin kurang penting (sia-sia). Melamun, internetan, blogging, sosmedan, baca buku, travelling, ngobrol, selfian😀. Hmmm Ya Allah ternyata banyak aktivitas yang sifatnya kurang penting. Dan jika ditotal roughly semua aktivitas sampingan itu bisa mencapai 10 tahunan. Jika mostly aktivitas saya lebih melakukan itu ke depannya, maka saya hanya punya waktu sekitar 15 tahun untuk beraktivitas secara produktif. Itu pun jika Allah memberiku umur yang panjang hingga 50 tahun.

“Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran” (Q.S Al Ashr: 1-3)

24 tahun kedepan saya ingin waktu saya digunakan untuk sebaik-baiknya. Ibadah, mengajar; berbagi ilmu, pengalaman, informasi, meneliti, menjadi istri yang sholehah dan ibu yang tangguh buat anak-anak.

Saat ini, saya hanya perlu berhusnuzhon aja sama Allah. Setiap impian yang saat ini masih tertunda, saya cukup menguatkan hati saya saja bahwa ke depan akan ada rencana indah yang Allah siapkan buat saya. Emang rasa-rasanya, sering kali kita dihantui “rumput tetangga selalu lebih hijau dari kita punya”. Kita merasa kurang, padahal orang lain begitu iri dengan hidup kita saat ini. Olehnya itu cukup 2 saja yang jadi pengobat hati. Pertama senantiasa bersyukur, dan bersabar. Ya, syukur dan sabar harus berada seimbang di kedua pundak kita. Semoga dengan begitu, kita menjadi hambaNya yang terus istiqomah di jalanNya.

Wallahu a’lam bishawab…

Kamis, 3 November 2016
23.59WITA

Mari berceloteh :)

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s