Allah Pinta Muter-muter dulu 

Sebetulnya udah lelah banget berjuang untuk bisa segera study S2 di LN. Berkali-kali gagal ini dan itu. Berkali-kali mengalau ria dengan teman atau pun sendiri.

Sangat melelahkan. Setahun sudah aku di Yogyakarta. Dan awal2 ramadhan 2017 ini pun ku habiskan di Jogja. 

Capeknya tak tertahankan belajar terus. Setiap ada keluarga/tmn dari Palu menelpon, dan bertanya “Lagi ngapain, Ji?!” Jawabku; belajar. Ya, tiada hari belajar.

Tenaga, waktu, uang, dan pikiran telah banyak kuhabiskan. Mulai dari tes IELTS, Toefl iBT, hingga MELAB test ku jabanin. Syukurnya ini belum sampe tahap belajar GRE.
Lelahnya perjuangan ini semoga terbayar. Aku hanya mampu berusaha untuk mimpiku. Aku tak mau mimpiku dicuri oleh orang lain. 

Tinggal perbanyak istighfar dan doa Laa haula walaquwwata, smoga Allah mengabulkan hajatku ini. Keyakinan hati dan doa bahwa Allah kan memeluk mimpiku. 

Meski Allah pinta aku tuk muter2 dlu itu gpp. Aku kuat 😉 aku akan usaha smpe titik darah penghabisan. 

Di rumah Tuhan ini (baca:Masjid), di kala aku belum bs shalat tarawih bareng yg lain, 2 doa yg ku panjatkan.

1) Diberikan kemudahan dan kekuatan saat tes ielts tgl 3 juni nanti

2) Semoga Allah perkenankan aku tuk lanjut S2 di the Ohio State University, jurusan STEM in Mathematics Education. Intake Agustus 2017 ini.

Aamiin. Mohon doanya kawan. Semuanya sedang diperjuangkan.
The last night in Yogyakarta, besok ke Jakarta untuk tes IELTS (lagi), dan tanggal 5 Juni pulang ke Palu.
#Yogyakarta, 29 Mei 2017.

Yogyakarta, my Trial and eror Place

Yogyakarta menjadi pinjakanku sebelum studi ke luar negeri. Apa maksud Tuhan menyuruhku tinggal di sini? Nyaris setahun aku kan ditempa di sini. Ini benar2 trial n eror coz baru kali ini aku ngekos loh. Hihi

    Jauh dari keluarga, komunitas dan teman-temanku. Aku pernah terjatuh di sini. Aku pernah jadi “gelandangan” di sini. Aku pernah nyaris “tersesat” di sini. Gali lobang tutup lobang ku lakoni supaya bisa bertahan di kota pelajar ini. Rela makan tanpa rasa pedas pun aku berlatih di sini (*apa mahal noh cabe…hiks). Ini mungkin cara Tuhan buat aku belajar tidak makan pedas, bahkan nanti mungkin lebih siap untuk ketemu makanan hambar – tanpa rasa.

    Jauh dari orang tua, jauh dari komunitas pengajian, membuat diri ini mungkin tergoda untuk melakukan hal-hal buruk. Lagi-lagi self control itu penting buatku. Harus pintar2 jaga diri, apalagi perempuan. Harus pintar milih sahabat agar bisa saling support satu sama lain.

    Aku mengontrol diriku agar tetap go ahead doing the best in my life. Dengan cara:

    1) I am the next Zakir Naik dan Asma Nadia. Hehe… Aku bayangkan bisa jadi Zakir Naik versi perempuan. Kadang terbesit dalam hati, “katanya ingin jadi seperti zakir naik, kok males2an? ayo belajar!”, “Kamu jangan cengeng, katanya ingin keliling dunia dan bisa nulis buku kayak Mbak Asma Nadia?”, “Kamu jangan buat dosa, katanya pengen jadi kayak Zakir Naik?”, “Rajin belajar bahasa inggris noh, biar bisa berdakwah/memu’alafkan bule2 sono”. 

    Aku target, sebelum ke LN harus khatam video Youtubenya ZN. Materi2 dasar ttg islam yg harus dikuasai. Sebetulnya yg susah itu kosakata yg cocok buat nerangin tentang agama. Dan ini harus dikuasai, selain aku belajar kembali dasar2 mathematics. Hehe

    Dan bahwa aku harus meyakinkan diriku sendiri bahwa aku bisa menjadi lebih baik dari mereka.

    2) Tidak bisa dipungkiri bahwa komunitas itu penting. Di antara banyaknya komunitas, pasti hanya satu atau dua yang sreg di hati. Yang anggota2nya berasa keluarga. Giroh mereka tentu saja mempengaruhi semangatku. Vibrasi sinyal2 positifnya bisa sampe ke hati. Kadang dengan cepatnya bisa mengontrol apa2 yang ku lakukan. Alhamdulillah teman2 LPDP semuanya keren, kece badai. Itu teman2 seimpianku yang bahasa inggrisnya hebat2, dan keilmuan di bidang masing2 yg hebat2 pula.

    Komunitas di Jogja yg ku ikuti juga yaitu liqo yang beranggotakan 9 orang. Pertama kali ketemu mereka berasa kawan lama. Kayak wajah2 wong Palu. Hehe. Mereka begitu tawaddu’, apalagi murabbiku. 

    3)Selalu ingat ortu.

    Sebagai seorang yang masih “magang” jadi anak perantauan, hehe… Mengingat ortu menjadi bagian yang menguatkan tekad kita dalam berjuang. Tentu aku tak ingin mengecewakan sepasang bidadariku itu. Ingin rasanya senantiasa menjadi anak yang paling bisa membahagiakan mreka. Jika cita2 mereka GAGAL untuk menyekolahkan kakak2ku ke jenjang yg lebih tinggi, nah aku yang harus meneruskan estafet itu. Dengan berpendidikan tinggi, aku ingin derajat ortuku meningkat tak hanya di hadapan manusia namun juga di hadapan Allah. Dalam hal ini bukan berarti sombong, tapi banyak hikmah yang bisa didapat kalo aku bisa berpendidikan tinggi. Itu janji Tuhan!

    4)Selalu beristighfar.

    Dalam hidup, kadang rasa prasangka buruk selalu terbesit dalam pikiranku. Dan perasaan2 buruk lainnya. Olehnya itu penting buatku untuk selalu beristighfar, dan memaafkan segala kesalahan/khilaf yg pernah teman2 lakukan. Aku mengikhlaskannya. Juga mengikhlaskan segala takdir ilahi yang TELAH terjadi dalam hidupku. Mungkin beberapa penyesalan pasti ada. Tapi apa manfaatnya coba jika hanya terdiam dengan segala sesal? Tentu nyesek banget. Olehnya itu, aku selalu berdoa “Ya Allah, bantu aku menjadi pribadi yang lebih baik. Jadikan seluruh aktivitasku itu menjadi ibadah/amal soleh”

    Ok well, kata orang, jiwa yang sehat karena raga yang sehat. Tapi aku kurang sepakat dengan itu. Nyatanya banyak orang gila yang sehat raganya kan? Hehe… Jadi menurutku jiwa yang sehat itu lebih penting. Dan jiwa itu berkaitan dengan nilai spiritual, hablumminallah, yakni hubungan kita dengan Allah. So, perkuat doa dan ibadah. Allah itu seneng banget kalo kita merengek ke dia, apalagi kalo tengah malam. Sungguh Allah maha mendengar doa2 kita. YAKIN ITU!
    @Lab Bahasa UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta. 

    Rabu, 26 April 2017, 

    09.45 am

    Permohonan Maaf

    Halo teman2, terima kasih sudah mengapresiasi video pembuat jejak 2 saya. Banyak sekali ucapan terima kasih dan pertanyaan2 yang masuk ke email saya, baik di facebook maupun gmail. Akan tetapi saya mohon maaf sekali belum bisa merespon. Maaf yaaa Mungkin ada yang dongkol atau marah, jadi harap bersabar atau bisa mencari inspirasi dan nasehat dari teman2 yg lain.
    Insya Allah kalo tidak sibuk, akan saya respon semuanya.
    Mohon doanya untuk kelancaran studi S2 saya, guys…
    See you 🙂

    Yogyakarta, 31 Maret 2017

    Jum’at, 11.06am

    Happy Wedding Party to My Elder Sister

    Tanggal 22 Februari 2017 menjadi hari yang amat sakral buat kakakku, Yuliana Sari. Alhamdulillah saya bisa menghadiri walimahannya di Ciomas, Serang-Banten. 3 hari libur dari kelas IELTS, berasa outing time bagi saya. Hehe. Alahmdulillah bisa rehat sejenak lah…
    Semoga saya dan teman-teman yang lain bisa nyusul…Aamiin.

     

    Yogyakarta, 26 Februari 2017
    *Ini sumpah gak ada bahan buat nulis di blog. wkwkwk
    kapan-kapan aja dah nulis panjangnya, ini pale lagi mumet soalnya. hehe

    New year – 2017, in Yogyakarta

    I was over the moon when I could spend my last day in 2016 with my IELTS’ friends in Sapen, Yogyakarta. Actually, this was my second time to spare my new year party outside of Palu. If I am not mistaken, I had been in Pare in the new year of 2014.

    Baca lebih lanjut

    You’re My Inspiration

    Beberapa bulan terakhir ini, bahkan puncaknya hari ini, dimana saya belajar berkaca diri. Sy belajar dari sosok yang bersahaja, sabarnya pol, cerdik, mandirinya aduhai, ketaatannya pada Tuhan luar biasa, bijaksana dan seabrek kelebihan lainnya. Overall, you are my new inspiration, my new life teacher.

    Baca lebih lanjut

    Maafkan Aku Kawan

    Maaf telah melibatkanmu dalam masalahku, kawan…
    Maaf jika menambah beban pikiranmu…
    Bukan memaksa, tapi ini cara terbaik yang harus ditempuh…
    Engkau bisa pastikan secepatnya,
    Engkau juga bisa mengenyahkan perkara itu,
    Sekali lagi maaf, maaf jika menyeretmu secara paksa atas segala perkara ini…

    Baca lebih lanjut