IELSP Oh IELSP ^__$

Tahu kah sahabat bahwa belakangan ini saya mendapatkan teman-teman baru, yang rata-rata mereka menanyakan tentang beasiswa IELSP?! Ada yang saya jumpai lewat facebook maupun lewat blog. Alhamdulillah senang banget bisa berjumpa dengan teman-teman seimpian yang pengen banget ke Amrik 😀

Rata-rata mereka menanyakan “Mbak, kapan dibuka IELSP cohort XI?”, saya pun menjawab, “Saya tidak tahu!”. Mereka salah alamat kayaknya kalau menanyakan hal ini kepada saya :-D. Wong saya bukan panitia atau alumninya.

Well, sekarang udah memasuki bulan September nih. Tapi saya dkk sedikit sedih kenapa beasiswa IELSP tak kunjung-kunjung dibuka. Padahal kan peminatnya buannnyyyyaaaakkkk banget 🙂

Baca lebih lanjut

Lagi, Mahasiswa FEKON UNTAD Peroleh Beasiswa IELSP ke USA

Prestasi membanggakan kembali diraih oleh Hilya Ariyani. Mahasiswa angkatan 2009 Jurusan Akutansi FEKON UNTAD ini berhasil lolos sebagai penerima beasiswa Indonesian English Language Scholarship Program (IELSP) Cohort 10 – 2012. Beasiswa yang diraihnya bersifat gratis secara keseluruhan (full scholarship), kecuali biaya pembuatan paspor.

IELSP merupakan sebuah program yang diselenggarakan oleh the Indonesian International Education Foundation (IIEF) dan disponsori oleh US.Embassy Jakarta. Program tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa S1 minimal semester 5 (masih aktif – belum sidang kelulusan) dari berbagai jurusan universitas manapun di seluruh Indonesia. Program ini menawarkan kesempatan untuk mengikuti kursus Bahasa Inggris di universitas-universitas di Amerika Serikat selama 8 minggu. Program itu bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris peserta, khususnya dalam English for Academic Purposes. Selain itu, peserta juga memiliki kesempatan untuk mempelajari secara langsung kebudayaan dan masyarakat Amerika Serikat. Dalam hal ini peserta IELSP akan bergabung dalam program immersion, yang mana mereka akan berbaur dengan peserta lain dari berbagai bangsa dan negara. Dalam program tersebut, peserta tidak hanya akan belajar Bahasa Inggris, namun juga akan mengikuti berbagai program kultural yang akan memberikan pengalaman yang sangat berharga.

Baca lebih lanjut

Kuliah ke Luar Negeri, Tak Hanya Sebatas Mimpi

Yovita Viananda Sari berhasil menggondol prestasi di Tingkat Internasional. Mahasiswa semester 8 (delapan) Jurusan Ekonomi Akutansi Universitas Tadulako ini meraih kesempatan untuk mengikuti program beasiswa IELSP. IELSP atau Indonesia English Language Study Program merupakan beasiswa untuk belajar Bahasa Inggris (English for Academic Purposes) melalui program immersion dalam kelas-kelas internasional selama 8 (delapan) minggu di universitas ternama di Amerika Serikat. Program tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa S1 (masih aktif – belum sidang kelulusan) dari berbagai jurusan universitas manapun di seluruh Indonesia. Seluruh biaya mulai dari keberangkatan ke Amerika hingga pulang ke Indonesia akan ditanggung, kecuali pembuatan paspor. Program ini disponsori oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat dan dirancang serta dilaksanakan oleh The Indonesian International Education Foundation (IIEF) yang bekerja sama dengan The Institute of International Education (IIE) yang berpusat di New York, Amerika Serikat.

Baca lebih lanjut

Hilya Ariyani; Grantee IELSP Cohort X Asal Palu (Sulawesi Tengah)

Me, Pujiati Sari In Singapore Flyer, SIngapore

 Hilya Ariyani, sosok yang mudah bergaul, hingga orang yang baru kenal dengan dia pun merasa bertemu dengan teman lama. Ya, itu lah yang saya alami! Tepatnya Senin, 20 Februari 2012, saya kopdar (ketemuan) dengan beliau di rumahnya. Sebenarnya, udah 1,5 bulan yang lau kita janjian pengen ketemuan, tapi baru kemarin bisa terrealisasikan.

Pukul 17.00 WITA, saya dan sahabat saya, Siti Wasiah, datang ke rumah Hilya. Sebenarnya sih, ada 2 orang teman saya yaitu Dinda dan Nisa yang pengen ketemuan juga dengan beliau. Namun, karena ada kesibukan lain sehingga hanya saya dan Siti lah yang bisa bertemu dengan beliau hari itu.

Baca lebih lanjut

Pujiati Sari, Grantee of IELSP Cohort XI

Me, Pujiati Sari At Ben Coolen Hotel, Singapore

Mungkin teman-teman semua bertanya; “Loh kok? Emang udah ada cohort XI nya?”. Hihi itu emang statement yang saya tulis beberapa bulan yang lalu. Besar-besar tulisan itu saya taruh di dinding kamar saya. Mimpi terbesar yang selalu saya perhatikan tiap kali lewat ke sana kemari. Hal itu saya lakukan untuk memotivasi saya agar selalu optimis dalam meraih beasiswa IELSP. Tapi entah kenapa saya sangat yakin dan seyakin yakinnya kalo saya lah grantee dari palu untuk cohort XI nanti. Bukannya sok, bahwa saya yang terbaik dari teman-teman yang lainnya. Jujur, saya tetap menghargai mereka yang lainnya. Saya tidak mau jadi pribadi yang sombong, bahwa saya hebat ini dan hebat itu. Saya tidak mau takabbur (Ih, ngeri!). 

Saya hanya optimis bahwa saya bisa menjadi pribadi yang hebat, dan saya akan buktikan bahwa saya bisa mendapatkan beasiswa IELSP cohort XI ini. Lah kenapa saya ngotot sekali mesti dapet cohort XI ini? Karena cohort XI yang akan dibuka di bulan Oktober 2012 nanti, adalah kesempatan terakhir saya untuk mencoba IELSP. Mengapa demikian? Karena graduation plan saya ditargetkan pada Juli 2013. Hmmm, demi IELSP, sekali lagi, hanya demi IELSP saya menunda kelulusan!!! Sekali lagi ya, HANYA DEMI IELSP saya menunda kelulusan!!! Bayangkan aja, kemungkinan saya 5 tahun akan menempuh penididkan S1. Itu kalo saya lulus IELSP. Tapi kayaknya harus! Harus, dan harus! (Ih, kenapa nih orang. Ngotot banget sih. Hehe). Hmmm, tapi kalo Allah tidak menjodohkan saya di IELSP, insya Allah saya lulus Desember 2012.

Baca lebih lanjut

Pengalaman Mendapatkan Beasiswa IELSP (Versi Muhammad Adam)

Saya adalah sarjana muda (fresh graduate) sebuah perguruan tinggi di Lhokseumawe, Aceh. Saya baru saja wisuda Strata 1 tanggal 22 September 2011. Berasal dari latar belakang keluarga yang kurang mampu dari segi ekonomi dan strata social, bisa memperoleh gelar S1 adalah suatu capain yang luar biasa bagi saya. Dengan meraih gelar sarjana, saya menghilangkan status desa tanpa sarjana karena saya adalah sarjana pertama di desa saya, sedangkan anak-anak lain di desa saya banyak yang putus sekolah atau dan maksimal pendidikannya hanya tamatan SMA/sederajat. Akhirnya untuk pertama kalinya di desa saya memiliki seorang sarjana.

Karena ketertarikan saya dalam dunia bahasa, Saya kuliah di Pendidikan Bahasa Inggris di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malikussaleh Lhokseumawe. Menyadari diri berasal dari kampung, belum pernah ke kota, bahkan berbahasa Indonesia saja masih banyak yang salah dan janggal didengar pada saat itu, karenanya saya berjuang lebih keras.

Setiap hari saya belajar bahasa inggris dengan menggunakan berbagai media, seperti membaca buku teks, koran, majalah, dsb. Disamping itu, ketika saya punya uang lebih, saya mengunjungi warung internet (Warnet) untuk membuka situs-situs berkenaan bahasa inggris seperti VoA Special English, English Club, Jakarta Post, dan sebaginya.

Secara bertahap, ketika saya mulai melek internet, saya mulai mencari informasi, berita, dan berbagai perkembangan terbaru di internet. Saya mencari informasi tentang beasiswa, short course, training, fellowship, exchange program, dan sebagainya.

Baca lebih lanjut

Nasib TOEFL

Saat ini yang aku rasakan adalah ‘was-was’. Was-was terhadap apa kira-kira???Hmmm, terhadap hasil TOEFL ITP. Tepat pada sabtu, 26 November 2011 kemarin aku ikut tes TOEFL ITP. Saat itu, Allah sedang menitipkan kepadaku sakit flu yang teramat parah. Sudah bisa dipastikan bahwa ‘aku gak konsen ngejawab soal-soalnya L’. Sakit flu yang aku alami yaitu pilek dan batuk-batuk yang teramat parah. Kadang ku tak mau mengganggu suasana hening kelas, olehnya itu aku keluar masuk WC terus untuk numpang batuk-batuk dan buang cairan hijau yang ada di hidungku. Sudah 3 minggu aku mengidap penyakit flu, dan jujur baru kali ini aku sakit teramat lama. Klimaks penyakitku ini, kira-kira 2 hari sebelum tes TOEFL, dan sampai tanggal tes. Bagiku, sungguh ini adalah cobaan berat yang Allah berikan. Aku ga konsen ngejawab soal, dan parahnya ada 20 nomor soal reading yang jawabannya ngasal tanpa melihat soal, karena time’s up 😦 Baca lebih lanjut