Aku dan Mereka

Saban hari terjadi percakapan kayak gini…

A: “Kenapa kamu gigih banget untuk belajar bahasa inggris?”
B: “Berawal dari niat yang amat sederhana sih; Biar kalo aku ketemu bule di luar negeri sono, aku bisa ngejelasin dengan baik kenapa muslim tidak boleh begini dan tidak boleh begitu. Kenapa muslim begini dan begitu. Kenapa muslim wajib berpuasa dan shalat. Kenapa muslim ada yang berjabat tangan dan ada yang tidak dengan lawan jenis. Kenapa perempuan muslim berbeda-beda pakai hijabnya. Hmmm…aku tak mau karena kebodohanku membuat mereka semakin benci dengan islam/muslim”

Baca lebih lanjut

Sosialisasi Beasiswa Fulbright, Adeline Widyastuti : ‚ÄúPendaftar dari Indonesia Timur masih sedikit‚ÄĚ

Sosialisasi Fulbright

Dari kiri ke kanan; Prof. Ir. Marsetyo, M.Sc.Ag., Ph.D, dan Adeline Widyastuti

Kesempatan untuk berguru ke negeri Paman Sam kembali dibuka. Kali ini American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) menawarkan berbagai program beasiswa Fulbright untuk berbagai kalangan. Berlangsung di Gedung Media Center Universitas Tadulako (Untad), Senin (3/3), kegiatan Sosialisasi dibuka secara langsung oleh Ketua International Office Untad, Prof. Mery Napitupulu, M.Sc., Ph.D.

Pada kesempatan itu, Senior Program Officer dari AMINEF, Adeline Widyastuti hadir sebagai pemateri sosialisasi. Hadir pula Prof. Ir. Marsetyo, M.Sc.Ag., Ph.D selaku moderator kegiatan. 

Baca lebih lanjut

Pengalaman Mendapatkan Beasiswa IELSP (Versi Muhammad Adam)

Saya adalah sarjana muda (fresh graduate) sebuah perguruan tinggi di Lhokseumawe, Aceh. Saya baru saja wisuda Strata 1 tanggal 22 September 2011. Berasal dari latar belakang keluarga yang kurang mampu dari segi ekonomi dan strata social, bisa memperoleh gelar S1 adalah suatu capain yang luar biasa bagi saya. Dengan meraih gelar sarjana, saya menghilangkan status desa tanpa sarjana karena saya adalah sarjana pertama di desa saya, sedangkan anak-anak lain di desa saya banyak yang putus sekolah atau dan maksimal pendidikannya hanya tamatan SMA/sederajat. Akhirnya untuk pertama kalinya di desa saya memiliki seorang sarjana.

Karena ketertarikan saya dalam dunia bahasa, Saya kuliah di Pendidikan Bahasa Inggris di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malikussaleh Lhokseumawe. Menyadari diri berasal dari kampung, belum pernah ke kota, bahkan berbahasa Indonesia saja masih banyak yang salah dan janggal didengar pada saat itu, karenanya saya berjuang lebih keras.

Setiap hari saya belajar bahasa inggris dengan menggunakan berbagai media, seperti membaca buku teks, koran, majalah, dsb. Disamping itu, ketika saya punya uang lebih, saya mengunjungi warung internet (Warnet) untuk membuka situs-situs berkenaan bahasa inggris seperti VoA Special English, English Club, Jakarta Post, dan sebaginya.

Secara bertahap, ketika saya mulai melek internet, saya mulai mencari informasi, berita, dan berbagai perkembangan terbaru di internet. Saya mencari informasi tentang beasiswa, short course, training, fellowship, exchange program, dan sebagainya.

Baca lebih lanjut

Belajar di Negeri Paman Sam Via Beasiswa IELSP cohort 9

Oleh Hesti Rahayu                                                     

Mahasiswa Ilmu Keperawatan Reguler 2008 Univ Indonesia,

IELSP Cohort IX Grantee

At The University of Kansas (June 1th to July 30th 2011)

Sumber: http://www.facebook.com/notes/hesty-rahayu/one-part-of-faith/215701455144273

^_________^

Sebelumnya tidak pernah terpikir untuk merasakan pendidikan di Benua Columbus, Amerika Serikat. Mimpi untuk belajar di Bumi Allah yang lain ini telah terukir di angan dan saya tuliskan di catatan yang saya tempel di meja belajar saya, agar saya selalu konsisten dan bersemangat untuk mengejar mimpi saya ini. Saya selalu berusaha untuk mencari peluang melalui beasiswa, yang dapat memfasilitasi mimpi saya, dan Allah menjawabnya melalui Beasiswa IELSP Cohort 9 bersama 17 teman yang luar biasa dari berbagai universitas di Indonesia. Subhanallah, Allah tidak pernah tidur dan selalu melihat usaha hambaNya dan mendengar doa setiap hambaNya yang berdoa. Baca lebih lanjut