Pedoman Melanjutkan Studi S2 ke Jepang

Bissmillahirrahmanirrahim…

Alhamdulillah… akhirnya kesempatan untuk menulis kembali terbuka lebar setelah pengumuman resmi beasiswa Monbukagakusho untuk S2 di University of the Ryukyus (Ryudai) diberitahukan kepada saya. Saya menunggu hal ini sebelum mempublish hal ini agar apa yang saya tuliskan ini akan sinkron dengan apa yang saya lakukan dan saya dapatkan.
Insya Allah, dalam tulisan kali ini saya akan mencoba share pengalaman pribadi langkah-langkah yang saya tempuh untuk bisa mendapatkan beasiswa studi S2 ke Jepang dari pemerintah Jepang melalui Monbukagakusho (MEXT). Langkah-langkah yang saya tempuh sifatnya fleksibel dan relatif. Bagi sebagian orang mungkin akan terkesan mudah, namun bagi sebagian lainnya mungkin cukup ribet. Silakan di”saring” sendiri manfaatnya ya, kemudian aplikasikan dengan cara teman-teman sendiri yang mungkin lebih baik dari cara saya.
Tulisan ini akan terbagi menjadi beberapa bagian, karena saya berusaha menerangkan sebaik mungkin langkah-langkah yang saya lakukan untuk memperjuangkan impian ini. Mohon maaf jika kemudian rekan-rekan sekalian mendapatkan kata-kata atau kalimat atau hal lain yang kurang berkenan di dalamnya, semoga bisa dimaklumi. Baca lebih lanjut

Sharing-sharing Mengenai Beasiswa, Bersama Danang A.Prabowo

Ya Allah…hari ini (Rabu, 11 Mei 2011) saya senang sekali. Gimana gak senang?! Saya barusan telah sharing-sharing info tentang beasiswa dengan Mas Danang A.Prabowo. Sahabat semua kenal gak dengan beliau? Bagi saya, beliau adalah motivator. Terutama bagi saya pribadi, sungguh sangat berpengaruh sekali tulisan/karya-karyanya terhadap motivasi untuk membangun kembali mimpi saya.

Awalnya saya nggak nyangka juga bisa ngobrol dengan beliau lewat yahoo messeger. Tapi melalui beliaulah, berbagai info beasiswa saya dapatkan…

Banyak sobat-sobat saya yang ngimpi banget bisa lanjut kuliah di luar negeri (salah satunya saya pribadi J). Sebenarnya, banyak sekali beasiswa luar negeri yang berhamburan di sana sini. Seperti beasiswa fullbright dari Amerika, chevening dari Inggris, ADS/ALA dari Australia, DAAD dari Jerman, Eramus mundus dari Prancis, dan berbagai jenis beasiswa lainnya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Beasiswa-beasiswa yang tersedia pun terdiri dari berbagai macam peng-koveran. Ada yang mengkover seluruh biaya mulai dari keberangkatan hingga pulang ke tanah air, ada juga yang parsial (sebagian saja yang dibiayai), de el el.

Beasiswa luar negeri yang dikuota kan untuk mahasiswa Indonesia itu sangat lah  banyak jumlahnya. Setahu saya, setiap tahunnya ada beasiswa ADS dari pemerintah Australia yang diperuntukan untuk 350 mahasiswa Indonesia. Itu saja baru beasiswa ADS, belum lagi kalau kita cek jenis beasiswa lainnya. Nah, diperkirakan ada sekitar ribuan beasiswa yang tersedia setiap tahunnya untuk mahasiswa Indonesia. Baca lebih lanjut