Berani Jatuh Cinta

Cinta Aktivis Dakwah

Cinta, betapa telah beribu definisi mengutarakannya, betapa telah berjuta lagu menyenandungkan iramanya, betapa telah banyak sinetron picisan yang menayangkannya. Saya tak akan mendefinisikan tentang cinta. Cukup sudah orang berdebat tentang makna cinta. Akan tetapi di sini, saya ingin menyentuh salah satu cinta, cinta antar-aktivis dakwah. Bahkan mungkin kita semua pernah merasakannya.

Ia tidaklah semurah tayangan sinetron atau bacaan picisan dalam novel-novel. Bagi saya, dan mungkin Anda, perasaan itu adalah bagian dari kemuliaan yang telah Allah tetapkan bagi para pejuang dakwah. Perasaan itulah yang melandasi ekspansi dakwah dan jaminan kemuliaan Allah SWT. Perasaan itu pula yang kemudian mengeksiskan kita dengan beban berat amanah ini. Maka, jagalah perasaan itu agar tetap suci dan mensucikan. Baca lebih lanjut

Romantika Cinta Aktivis Dakwah

Sobat muda muslim, kalo mengamati pergaulan para aktivis dakwah mungkin ada beberapa pertanyaan yang mampir di benak kita. Apalagi keseharian mereka yang gaul ama sesamanya. Cewek ama cewek. Cowok ama cowok. Kesannya antilawan jenis banget. Apa mereka steril dari rasa cinta? Apa yang ada dalam benak mereka cuma dakwah doang? Apa menjadi aktivis dakwah kudu punya antivirus untuk menghadang VMJ? Apa-apanya dong…eh, kok jadi lagu sih?

Nggak usah dibikin pusing, sampe nyanyiin lagu Nek Titik Puspa gitu. Para aktivis dakwah itu sama aja kayak kita. Sejenis manusia yang punya rasa cinta. Cuma bedanya, mereka nggak show of forces untuk urusan ini. Apalagi sampe deklarasi segala di acara reality show Katakan Cinta atau Playboy Kabel . Nggak lah yauw. Mereka punya prinsip yang bagi sebagian orang terdengar ‘aneh’ dalam hal pengungkapan rasa cinta. Anti-pacaran en nggak phobi ama nikah dini. Catet ya! Baca lebih lanjut