Celoteh sang inspirator :-)

image

Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh
begitu saja. Tak melawan,
mengikhlaskan semuanya.
Bahwa hidup harus menerima, penerimaan yang indah. Bahwa hidup
harus mengerti, pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami,pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, pemahaman itu datang. Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan. Biarkan dia jatuh sebagaimana mestinya. Biarkan angin merengkuhnya, membawa pergi entah
kemana.

–Tere Liye, novel ‘Daun yang jatuh tak
pernah membenci angin’
Baca lebih lanjut

My Essay; Langkah Nyata untuk Indonesia

MITIMasih teringat jelas ketika saya diwawancara untuk MITI Award. Tanggal 6 Desember 2012 pukl 15.20 Wita. Kala itu panitia nasional yang langsung mewawancarai saya via telepon.

Oh iya, sebelumnya saya mau memperkenalkan sedikit si pewancaranya. Kak Ronal Rifandi namanya, Biasa dipanggil Kak Ronal. Selidik punya selidik, dari info yang saya dapatkan di blognya, ternyata beliau alumni Universitas Negeri Padang (UNP), jurusan Pendidikan Matematika 2007. Saat ini, beliau tercatat sebagai mahasiswa S2 di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Subhanallah, ternyata beliau adalah salah satu penerima beasiswa IMPOME, salah satu beasiswa yang selama ini saya incar-incar juga. Beasiswa IMPOME merupakan beasiswa S2 yang mengkhususkan mahasiswanya tuk mendalami ilmu matematika realistik. Beruntungnya, jika mahasiswanya bisa mendapatkan nilai IELST 6.5 atau TOEFL setara 575, maka mahasiswa tersebut bisa memperoleh pendidikan di Uthrech University, Belanda. Dan hebatnya, Kak Ronal bisa mencapai skor tersebut. Luar biasanya,… Januari 2013 mendatang, beliau akan tebang ke negeri tulip untuk melanjutkan kuliah semester 2 dan 3. Jadi semester 1 di Indonesia, dua semester berikutnya di Belanda, dan semester akhir kembali ke INdonesia untuk penelitian/penyususan tesis.

Baca lebih lanjut