Facebook Oh Facebook

Aku adalah seorang gadis yang hidup di keluarga yang terbilang sederhana. Orangtuaku bukanlah seorang pegawai negeri. Bukan pula seorang pengusaha sukses. Juga bukan seorang yang konglomerat yang punya banyak harta. Orangtuaku hanyalah seorang pekerja keras.

Penghasilan orangtuaku sangat pas-pasan setiap harinya. Bagiku, untuk bisa memenuhi makan sehari-hari saja itu sudah cukup. Aku paham dengan keadaan orangtuaku, sehingga aku tak berani dan merasa risih jika meminta kepada orangtua untuk membeli barang-barang yang mewah. Selama ini yang aku beranikan hanyalah untuk kebutuhan sekolah dan kuliah saja. Bagiku, akan percuma saja minta ini dan itu kepada mereka, nah toh mereka tak mampu membelikan barang-barang mewah yang aku inginkan.

Lantas aku tak hanya berdiam diri meratapi nasibku. ”Aku tahu bahwa Allah mempunyai niat baik menakdirkanku seperti ini. Tugasku hanyalah bersangka baik pada-Nya. Ku yakin bahwa setiap orang sudah diatur rezekinya masing-masing. Tak kan tertukar rezeki yang satu dengan yang lainnya. Itulah kemaha besaran Allah SWT,” Ucapku membathin. Bagiku, kata-kata itulah yang menjadi suntikan yang dapat membesarkan hatiku. Lantas aku memutar otak bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkan sesuatu yang aku inginkan tanpa menambah beban orangtua.

Baca lebih lanjut