Peringati HARDIKNAS 2013, HIMASKI FKIP UNTAD Gelar Seminar Pendidikan

Dari kiri ke kanan; Moderator, dan Arifuddin M. Arif, S.Ag., M.Ag.

Dari kiri ke kanan; Moderator, dan Arifuddin M. Arif, S.Ag., M.Ag.

Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (HARDIKNAS) 2013, Himpunan Mahasiswa Kimia (HIMASKI) FKIP Untad menggelar seminar pendidikan di Aula Dikjar Palu, Kamis (2/5). Seminar yang mengusung tema “Implementasi Nilai-nilai Pendidikan Karakter untuk Menciptakan Generasi  Emas Bangsa demi Menyongsong Indonesia yang Lebih Baik” itu menghadirkan pembicara tunggal yakni Arifuddin M. Arif, S.Ag.,M.Ag. Saat ini beliau tercatat aktif sebagai dosen STAIN Datokarama Palu, dan juga tengah berprofesi sebagai motivator di bidang pendidikan.

Baca lebih lanjut

Mengajar Dengan Ikhlas; Kunci Sukses Menjadi Guru Teladan

Aku bangga menjadi guru bagi orang lain. Sebuah profesi yang mengharuskanku tuk mengajar dan mendidik seseorang. Di profesi ini lah begitu banyak ilmu yang mengajarkanku tentang banyak hal, diantaranya mengenai ilmu ikhlas. Menurut banyak orang, ilmu ikhlas merupakan salah satu ilmu yang sulit diterapkan. Mungkin dalam mempelajarinya gampang, akan tetapi ketika kita mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari sungguh sangat lah susah.

 

Awal mula aku mempelajari ilmu ikhlas yaitu ketika aku memulai karir sebagai tentor privat Bahasa Inggris. Hmmm, aku menganggap bahwa mengajar itu adalah pekerjaan yang mudah. Tapi ternyata tidaklah demikian. Terkadang rasa jengkel muncul ketika ada siswa yang tidak memperhatikanku saat menjelaskan materi pelajaran, muncul rasa bosan ketika ada siswa yang lama sekali memahami materi yang kujelaskan, dan berbagai jenis masalah lainnya yang kudapatkan. Baca lebih lanjut

Guru Umar Bakri Kini dan Akan Datang

Umar Bakri adalah sesosok guru yang pantas diteladani oleh setiap guru. Itulah yang diilustrasikan dalam sebuah lagu yang berjudul “Umar Bakri”, yang dinyayikan dan dipopulerkan oleh Iwan fals. Dilihat dari isi lirik, sepertinya sang Penyanyi ingin memotivasi para guru agar meneladani sifat-sifat terpuji guru Umar Bakri.
Guru Umar Bakri merupakan salah satu contoh guru yang profesional. Masih adakah saat ini guru seperti Umar Bakri? Baca lebih lanjut

Tetaplah Bersinar wahai Guruku

Saat ini, perkembangan negara Indonesia di bidang pendidikan belum mampu sejajar kualitasnya dengan negara-negara berkembang. Sangat membutuhkan waktu yang cukup lama (bertahun-tahun) bagi bangsa Indonesia untuk mengejar ketertinggalan. Ketertinggalan ini, disebabkan oleh beberapa faktor pemicu yang menyebabkan bangsa kita menjadi terbelakang. Salah satu faktor dari sekian banyak faktor yang ada, yaitu kurangnya tenaga pendidik (guru) yang profesionalitas tinggi. Guru tersebut adalah guru yang profesional dalam mengajar, mendidik, membimbing, dan mengembangkan kemampuan para siswanya, serta memiliki kepribadian yang pantas digugu dan ditiru. Apa jadinya penerus bangsa ini, jika para pendidiknya kurang profesional? Baca lebih lanjut

INSTRUKSI, JUKLAK, DAN JUKNIS

By: Asri Djalil, S.Pd
Masih terbayang dalam ingatan penulis (hari, minggu, dan bulan) pertama menjadi guru di salah satu SMA di Kabupaten Donggala. Tepatnya di SMA Negeri Tompe. Saat itu pula aktifitas sebagai guru dilaksanakan. Sampai saat ini di SMA Negeri 5 Palu. Aktifitas guru diemban hingga saat ini, sebagai sebuah rutinitas mengasyikkan, membanggakan dan membahagiakan. Betapa tidak, berhadapan dengan ratusan bahkan ribuan penson dengan karakter dan kemampuan beragam membuat penulis mendapatkan sesuatu yang luar biasa nilai dan manfaatnya. Baca lebih lanjut

Keluarlah Dari Pembelajaran Gaya Bank

By: Asri Djalil, S.Pd
Dalam sebuah proses pendidikan, utamanya pendidikan formal, yang memegang peranan lebih penting adalah guru/pendidik. Dominasi guru yang dimaksudkan adalah karena besarnya tanggung jawab seorang guru dalam mendidik anak bangsa. Tetapi dalam proses pembelajaran, dominasi guru sehrusnya dikurangi sebab bila dominasinya lebih besar, akan mewujudkan sebuah model pembelajaran gaya bank. Baca lebih lanjut

Rabun Membaca dan Lumpuh Menulis

By: Asri Djalil, S.Pd
Jawaban lirih dan sedih atas sebuah pertanyaan. “Benarkah kini bangsa kita telah rabun membaca dan lumpuh menulis?”. Itulah pertanyaan yang saat ini sangat tepat dilontarkan sekaligus harus dijawab sendiri. Kita mungkin tidak menerima bila ada yang mengatakan “kerabunan dan kebutaan kita dalam membaca dan menulis selama 57 tahun telah membuat penghuni bangsa ini berada di pinggiran peradaban kesejagatan. Sangat jauh tertinggal dari bangsa-bangsa lain. Baca lebih lanjut