“Atraktan Alami” Karya Mahasiswa Untad Menggaung di PIMNAS ke-26

GAMBAR 2

Anti, anggota kelompok PKM saat menjelaskan cara kerja alat yang digunakan

Permasalahan adanya gangguan Lalat Buah Bactrocera sp. terhadap  Pertanaman Cabai di Kecamatan Sigi Biromaru Palu, membuat mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) menggagas terciptanya Atraktan Alami. Mahasiswa Untad tersebut yaitu Humairah, Selvi Banne Tasik, Masriatun, dan Kamaria. Gagasan yang telah dimasukan dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tersebut, mendapat sambutan hangat dari dewan juri saat presentasi Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-26 di Ruang Pantai Kuta, Universitas Mataram, Rabu (11/9). Hal yang demikian juga terjadi pada saat pergelaran poster dan produk di kegiatan pameran PIMNAS, yaitu ada banyak pengunjung yang tertarik dengan PKM yang mereka buat. Pameran PIMNAS tersebut berlangsung meriah di Gedung Auditorium UNRAM, kamis (12/9).

Baca lebih lanjut

“Atraktan Alami” Karya Mahasiswa Untad Siap Raih Prestasi di PIMNAS

DSC_0076

Keempat mahasiswa tersebut yaitu Humairah, Selvi Banne Tasik, Masriatun, dan Kamaria

Permasalahan adanya gangguan Lalat Buah Bactrocera sp. terhadap  Pertanaman Cabai di Kecamatan Sigi Biromaru Palu, membuat mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) menggagas terciptanya Atraktan Alami. Atraktan alami merupakan bahan pemikat lalat buah yang terbuat dari ekstrak tumbuhan Sidondo dan tumbuhan selasih. Hadirnya atraktan alami ini, dapat meminimalisir perkembangbiakan lalat buah, sehingga dapat meningkatkan produksi tanaman cabai. Karya yang diikutsertakan dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M) ini, merupakan satu-satunya karya mahasiswa Untad yang dinyatakan lolos untuk mengikuti ajang bergengsi PIMNAS.

Baca lebih lanjut