Palu-Jakarta, Dua tempat persinggahanku

Hampir genap 20 tahun aku menghabiskan waktu di Palu, kota yang panas nan terik. Dulu aku menyesal kenapa bisa terdampar di kota ini. Dan berfikir bahwa aku mungkin tak kan pernah bisa jalan2 atau kembali ke jakarta lagi.
Baca lebih lanjut

Esai 2; Game Edukasi dan Film Animasi, Dua Cara Jitu Melestarikan dan Memperkenalkan Kebudayaan Indonesia pada Dunia

PINSenang bukan main hati ini, tatkala saya dapat berjumpa dengan mahasiswa-mahasiswi se-Indonesia dalam berbagai kegiatan nasional. Namun, sangat miris rasanya jika diantara mereka selalu menanyakan atau mengeluarkan pernyataan seperti berikut kepada saya;
“Kota Palu itu dimana ya?”
“Kota Palu itu di Pulau Kalimantan ya?”
“Oh saya lebih kenal Poso, dibanding Palu. Soalnya Poso sering muncul di Televisi”
“Palu itu temannya Paku ya?”
“Emang di Palu ada apa aja?”
“Makanan Khas Kota Palu apa?”

Baca lebih lanjut

Esai 1; Melindungi Kebudayaan Tradisional Sebagai Wujud Nasionalisme

pujiNasionalisme merupakan manifestasi kesadaran nasional yang mengandung cita-cita dan pendorong bagi suatu bangsa, baik untuk merebut kemerdekaan atau mengenyahkan penjajahan maupun sebagai pendorong untuk membangun dirinya maupun lingkungan masyarakat, bangsa dan negaranya. Kita sebagai warga negara Indonesia, sudah tentu merasa bangga dan mencintai bangsa dan negara Indonesia. Hal ini senada dengan pandangan Prof. Sartono Kartodirdjo yang mengungkapkan bahwa nasionalisme merupakan pandangan tentang rasa cinta yang wajar terhadap bangsa dan negara, dan sekaligus menghormati bangsa lain.

Baca lebih lanjut

Nan Mudo di antara “Ancang-ancang” dan “Ancaman”

Mengutip apa yang dikatakan oleh the founding father bangsa ini Ir. Soekarno “ Beri aku 10 Pemuda maka akan kuguncang dunia” pernyataan ini menyiratkan makna bahwa pemuda adalah salah satu elemen penting yang dapat membawa perubahan bangsa ini. Keberadaan generasi muda sangat berpengaruh di seluruh pelosok negeri ini. Tidak hanya Ir Soekarno bahkan di Minangkabau anak muda juga mendapat posisi yang sangat diagungkan masyarakat dan menjadi harapan hal ini dibunyikan dalam pepatah minangkabau “Nan mudo pambimbiang dunia, nan capek kaki ringan tangan, acang-acang dalam nagari” yang artinya, Pemuda harapan bangsa ditangan pemuda terletak maju mundurnya bangsa dimasa depan.

Secara konseptual, berbagai defenisi berkibar akan makna kata pemuda. Baik ditinjau dari aspek aspek biologi; aspek budaya; aspek agama; aspek hukum dan politik; serta aspek fisik maupun phisikis, siapa yang pantas disebut pemuda? apakah pemuda itu identik dengan semangat atau usia? Baca lebih lanjut