Pengalaman Mendapatkan Beasiswa IELSP (Versi Muhammad Adam)

Saya adalah sarjana muda (fresh graduate) sebuah perguruan tinggi di Lhokseumawe, Aceh. Saya baru saja wisuda Strata 1 tanggal 22 September 2011. Berasal dari latar belakang keluarga yang kurang mampu dari segi ekonomi dan strata social, bisa memperoleh gelar S1 adalah suatu capain yang luar biasa bagi saya. Dengan meraih gelar sarjana, saya menghilangkan status desa tanpa sarjana karena saya adalah sarjana pertama di desa saya, sedangkan anak-anak lain di desa saya banyak yang putus sekolah atau dan maksimal pendidikannya hanya tamatan SMA/sederajat. Akhirnya untuk pertama kalinya di desa saya memiliki seorang sarjana.

Karena ketertarikan saya dalam dunia bahasa, Saya kuliah di Pendidikan Bahasa Inggris di Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malikussaleh Lhokseumawe. Menyadari diri berasal dari kampung, belum pernah ke kota, bahkan berbahasa Indonesia saja masih banyak yang salah dan janggal didengar pada saat itu, karenanya saya berjuang lebih keras.

Setiap hari saya belajar bahasa inggris dengan menggunakan berbagai media, seperti membaca buku teks, koran, majalah, dsb. Disamping itu, ketika saya punya uang lebih, saya mengunjungi warung internet (Warnet) untuk membuka situs-situs berkenaan bahasa inggris seperti VoA Special English, English Club, Jakarta Post, dan sebaginya.

Secara bertahap, ketika saya mulai melek internet, saya mulai mencari informasi, berita, dan berbagai perkembangan terbaru di internet. Saya mencari informasi tentang beasiswa, short course, training, fellowship, exchange program, dan sebagainya.

Baca lebih lanjut

Menikmati Perjalanan Di Negeri Paman Sam

Ini ada tulisan menarik yang aku kopas dari blog, salah satu guru kehidupanku. Beliau adalah Ibu Rahmawati Latief. Meski kita berkenalan hanya sebentar, tapi serasa ketemu dengan teman lama saja ketika berbincang-bincang dengan beliau. Tulisan berikut, kudu kalian baca, coz menarik dan bermanfaat. Apalagi buat teman-teman yang ingin menginjakan kaki ke negeri paman sam. Wah sangat cocok nih.

Menikmati Perjalanan Di Negeri Paman Sam

Saya pernah besar di Mesir dan Malaysia, tapi saya menganggap bahwa menjadi muslim yang baik di Amerika begitu menyenangkan karena kebebasan berbicara yang dijunjung tinggi (Imam Faizal Ali, New York City)


Begitulah petikan komentar yang diucapkan oleh Imam Faizal Ali, salah satu Imam di Islamic Center di New York City, kepada reporter program acara As-Salam di TV 3 Malaysia pada bulan Ramadhan 2007, yang saya nikmati sebelum saya berangkat ke Amerika Serikat. Berbekal hasil pengamatan di acara As-Salam yang memang menfokuskan kepada kehidupan ummat Islam di Amerika Serikat membuat saya lebih lega melangkahkan kaki ke negara Paman Sam yang konon katanya sebagai lokomotif peradaban ilmu dan teknologi bagi negara maju dan modern, dan juga sekaligus sebagai penyebar kerusakan moral dan budaya. Wallahu Alam Bisshawwab. Baca lebih lanjut