Arghhhhhhhhhhh… Alhamdulillah I’ll graduate ^_*

Hai Guys, long time no see you. How do you do? I am doing very well now. Alhamdulillah. I’m saying alhamdulillah for everything to Allah SWT. Any good news this week is I will exam of skripsi on October 9th 2014. I wish that Allah will give easy way to my activities. second one good news is I am going to Pare on October 12th 2014. Actually, this is hard for me to choose the best one for my future. I’m confused when choosing either set off to pare of keep stay in Palu to fisnish my graduate day (Wisuda). But, I had chosen that I am going to Pare. It is fix. I do not have much time, poor me -_- I just have 3 months to study IELTS. I think that it is short time to get high score.

Baca lebih lanjut

I and my dreams

My name is Pujiati Sari. Puji for short. I am student of mathematics education at Tadulako University, Palu. I was born in Jakarta, November 2nd 1990. I and my family transmigrated from Jakarta to Palu 17 years ago . Palu is city of Central Sulawesi. I think that Palu is one of the biggest cities in Celebes. I do thank to Allah SWT because I can be continuing my education here. Life in Palu is cheaper than in Jakarta. I do not know what happen to my life if I still live in Jakarta. I think that if I still live in Jakarta, I can not continue my study to the higher level. For example, my cousins  in Jakarta can not continue their study. They just graduated from junior high school. Therefore, I wish that I can continue my study to the higher level. I want to be a researcher and professor in mathematics :-D.

Honestly, I am an ordinary person, but I felt extraordinary because of my dreams. The dreams that make me to be an extraordinary person, and I believe that sometime I can be a success woman. Although I am come from a simple family – poor, but it will not make me weak and give up. I felt rich because of my dreams. I believe that life is not about what I am, but life is what I am trying. Dream and reach it!

Baca lebih lanjut

Resensi Buku “Kehausan di Ladang Air”

Oleh: Pujiati Sari
*Resensor adalah Anggota Forum Lingkar Pena Sulteng

KEHAUSANJudul Buku:
Kehausan di Ladang Air: Pencurian Air di Kota Bandung dan Hak Warga yang Terabaikan
Penulis: Zaky Yamani
Penerbit: Sva Tantra, Bandung
Tahun Terbit: Februari, 2012
Tebal: 162 Halaman + xxv

 

Baca lebih lanjut

Kedua Kalinya Tiba di London

DSC_4326Tiba-tiba saja aku terbangun dan mendapati sekelilingku berbeda dari biasanya. Kudapati mbak Titi, sang konsultasi beasiswaku tengah sibuk di sampingku.
“Mbak, ini sekarang aku dimana ya?” tanyaku pada mbak Titi.
“Kamu di London lah,” jawab sekenanya.
“Beneran nih aku di London?” Tanyaku lagi.
“Iya,” jawabnya.

Ngapain aku tiba lagi di London? aku membatin. Aku sendiri tak tahu tujuanku apa untuk datang kembali ke negara ini. Di balik jendela kudapati orang-orang berlalu lalang dengan pakaian dinginnya. Sepertinya mereka hendak menghadiri suatu kegiatan.
Yang kuheran adalah si Mbak Titi, konsultasi beasiswa Swedia muncul di London. Hmmm mestinya kujumpai beliau di Swedia bukan di London.

Baca lebih lanjut

Berbagi Inspirasi @WoW

2014-02-15 15.24.34Yesterday, on february 14th 2014, most of people celebrated Valentine’s day. They shared chocolate and flower. Huft :-/ But not for us, @WoW or Workshop of Writing, at MIPA Untad, we shared experinces, knowledge, and inspiration 🙂 🙂 I was happy yesterday because I could present about PKM-GT. I told about my experience when I joined that event for 4 years. I was the first speaker, opening speaker.

Baca lebih lanjut

Apa adanya :-)

image

@Puncak Mantantimali, Palu

Tak seperti bintang di langit
Tak seperti indah pelangi
Karna diriku bukanlah mereka
Ku apa adanya 🙂

Wajahku kan memang begini
Sikapku jelas tak sempurna
Ku akui ku bukanlah mereka
Ku apa adanya 🙂

Menjadi diriku dengan segala kekurangan
Menjadi diriku atas kelebihanku

Terimalah aku seperti apa adanya
Aku hanya insan biasa
Tak mungkin sempurna

Tetap aku bangga atas apa yang ku punya
Setiap waktuku nikmati
Anugrah hidup yang kumiliki 🙂

#for my god, Allah SWT
#For my parent
#For my bro n’ sista
#For all of my friends
Please forgive for all of my mistakes 🙂

Do More, Write More

550px-Write-a-Diary-Every-Day-for-a-Year-and-Make-It-Interesting-Step-3One of my activies that I have forgotten is writing on my diary. Hmmm so long time not open it. So long time not write on it because I was so busy. Whereas, I have promised to Mr. Ahmad Fuadi while I was meeting him last year in Aceh, I promised to write on diary everyday. Bang Fuadi said that his novel (Negeri 5 Menara, and ranah 3 warna) came from his real experience that he wrote down.

Now, after I read his novel; Rantau 1 Muara, I remembered to his advice to me. But, so far I seldom write down on diary. I just write on blog. And you known, friend 🙂 Writing on diary not same with writing on blog. Why? Diary is more private, we can write everything, whereas writing on blog, hmmm no 🙂 I think I just share information which useful for public. hehe…

Baca lebih lanjut

May 2013; What a challenge month

image

(Hubungan gambar dengan tulisan ini, apa? 😀 )

Bulan Mei akan ada masa2 yang “tersulit” dan ada juga yang menyenangkan.
Keduanya akan menjadi pelangi yang kan mewarnai indahnya bulan ini.
Baca lebih lanjut

Saatnya Buat Keliping \^_~/

When my profil has published on Media Tadulako Newspaper, July 2012. Written By Taqyuddin Bakri

When my profil has published on Media Tadulako Newspaper, July 2012. Written By Taqyuddin Bakri

Terinspirasi dari sebuah novel “Ranah 3 Warna”, written by Ahmad Fuadi, saya pun mulai mengumpulkan tulisan-tulisan saya yang ada di Koran, baik yang ada di Koran kampus (Media Tadulako) maupun koran lokal (Radar Sulteng). Hmmm ya, kalo tingkat nasional n’ internasionalnya belum ada. Insya Allah soon. Aamiin.

Tak hanya tulisan saya yang dikumpulkan, namun ada beberapa tulisannya orang lain, yang di dalamnya memuat profil saya. (*Jadi ceritanya narsis. hehe) 😀 )

Baca lebih lanjut

Pengen Seperti Bapakku; Al-Khawarizmi :-D

Sudah beberapa bulan ini, secara sengaja saya menyematkan kata “Al-Khawarizmi” pada nama saya di akun facebook II. Nampaklah “Puji Al-Khawarizmi” di situ 🙂

Sebenarnya sih, nama hijrah saya lengkapnya; “Najmi Qalim Al-Khawarizmi”, yang maknanya kalo saya bahasakan menjadi “bintang pena dan juga ahli matematika”. Subhanallah jika itu terwujud, ya sobat. Aamiin yaa rabb, semoga Allah mengabulkan doaku 🙂

Baca lebih lanjut

RESENSI BUKU; Beyond the Inspiration

Oleh: Pujiati Sari

*Resensator adalah Anggota Forum Lingkar Pena Sulteng

 

Cover buku

Cover buku

Judul Buku: Beyond the Inspiration

Penulis: Felix Y. Siauw

Penerbit: Khilafah Press, Jakarta

Cetakan: Ketiga, Juli 2010

Tebal: 250 Halaman + xxvi

 

To see beyond the eyes can see
To believe beyond the beliefs can believe
To inspire beyond the inspiration

Baca lebih lanjut

Reaching My Dreams

Assalamu’alaikum…

Subhanallah Alhamdulillah Allahu Akbar… This morning I am feeling so good. I’m so fresh and spirit to do activities today.

This is my first time to write in English. You must know that start from 2013, I will write in English. Hmmm this’s not mean that I mastered English very well. My writing still isn’t good. My grammer is bad. I Admit it 😀 so, I must practice my writing. If there are many mistakes and any error, please forgive me. Please give critical. It’s soud nice ^_^

Baca lebih lanjut

Yoreco, Jalanku Berjumpa Para Peneliti Muda

Ciri khas atap rumah Padang :-)Nice pic ;-)

Ciri khas atap rumah Padang 🙂
Nice pic 😉

Kalau bukan karena rasa penasaran dengan sosok Ardiles, mungkin saya tak kan tahu tentang Yoreco, mungkin saya tak kan bisa jalan-jalan ke Padang, mungkin saya tak kan  bisa berjumpa dengan mahasiswa/para peneliti muda yang hebat-hebat, dan satu lagi mungkin saya tak pernah menyabet juara favorit dan juara harapan 2 pada event YORECO 🙂 😀

Jadi awalnya tuh saya cuma mengetik nama ardiles di google. Berharap bisa menemukan blognya. Eh, akhirnya malah ketemu lah saya pada info kegiatan YORECO ini. Selidik punya selidik, ternyata ketupatnya ARDILES 😀

Baca lebih lanjut

Sekilas Perjalanan Mengikuti MITI AWARD

MITIEmang ga ada yang namanya kebetulan jika sesuatu sudah ditakdirkan oleh-Nya. Di malam yang hening, saya mendapatkan dua buah pesan singkat yang isinya tentang event MITI Award. Sms itu saya dapatkan dari dua orang akhwat, yakni teman seperjuangan saya di UPIM.

Kala itu, saya langsung tertarik untuk mengikuti event itu. Syukur alhamdulillah saya ucapkan kepada Allah sehingga info itu bisa sampai ke tangan saya. Saya juga sangat berterima kasih pada kawan saya itu. Hmmm, nekad juga saya mengikuti event itu. Padahal deadline-nya esok hari T.T. Bisa kebayang ga gimana sibuknya saya mempersiapkan segala sesuatunya? Mulai dari pengisian formulir, CV, dan bukti berupa file hasil scan dari sertifikat/piagam. Semuanya hanya dipersiapkan dalam sehari alias sistem kebut semalam (SKS).

Berita gembira buat saya, alhamdulillah event seperti ini sudah pernah saya ikuti seperti pemilihan mahasiswa berprestasi (MAWAPRES) 2011 dan waktu seleksi beasiswa IELSP (Padahal keduanya gagal. Mawapres hanya sampai juara 2 di tingkat fakultas dan IELSP gagal total 🙂 ). Ya…setidaknya keikutsertaanku pada dua event sebelumnya, bisa menjadi pengalaman saat mengikuti MITI Award 2012. CV dalam bahasa inggris dan file-file scan dari bukti sertifikat 80% udah di-scan. Jadinya saya tinggal men-scan sisanya 🙂

Well, sebelumnya saya akan menjelaskan sedikit apa itu MITI AWARD. MITI itu singkatan dari Masyarakat Ilmuan dan Teknolog Indonesia. So, MITI AWARD berarti penghargaan buat masyarakat ilmuan dan teknolog Indonesia. MITI AWARD yang saya ikuti ini adalah penghargaan khusus mahasiswa.

Yang membuat saya cukup kaget sekaligus merenung sejenak pada event ini adalah bahwa event ini dikhususkan buat mahasiswa yang telah tertarbiyah atau setidaknya ngaji secara konsisten di suatu majelis. Keikut sertaan saya pada event ini, sungguh menjadikan saya merasa “seolah tak pantas” mengikutinya. Saya merasa minder untuk ikut itu. MENGAPA? karena dalam formulir pengisiannya, peserta diminta untuk menuliskan berapa hafalan surah yang telah dihafalkan? Gimana dengan bahasa asingnya? Apa punya binaan (mentee)?

Nah ini nih, pertanyaan yng terakhir ini yang bikin saya ber-istigfar banyak kali. Sebenarnya, saya punya kelompok anak mentoring (mentee), tapi udah dua bulan ga pernah dipegang. Soalnya saya sibuk keluar kota dan berbagai alasan klasik lainnya. Mengikuti MITI AWARD (MA) ini lah, saatnya saya mengaktifkan kelompok mentoring itu. Dan sangat menyesalnya saya, mengapa saya tak memulainya dari dulu? Subhanallah mereka semua kritis-kritis dan enak diajak berdiskusi 🙂 Alhamdulillah pada pandangan pertama, saya berhasil menggoda mereka, hehe…

Okeh kembali pada seleksi MA.  Seleksi MA tahap 1 dimulai pada area regional. Jadi, saya sebagai utusan dari Universitas Tadulako masuk dalam regional Sulawesi. Saya ga tahu berapa orang sulawesi yang mendaftar pada tahap pertama ini. Info tentang MA saya dapatkan pada tanggal 30 Oktober 2012, and you know that deadline pengumpulan berkas tanggal 31 Oktober 2012. Finally, dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim berkas MA saya kirim ke panitianya.

You know, sebenarnya saya ga tahu secara jelas gimana alur atau proses seleksinya event MA ini  (Saya hanya ikut-ikutan. hehe…Palingan tak beda jauh dengan seleksi Mawapres *Pikir saya saat itu. hehe). Tapi biar bagaimana pun, saya tetap mengharapkan bisa lolos ke tahap selanjutnya.

Selang beberapa hari saya mulai melupakan keikut sertaan saya pada event MA. Eh, informasi tentang MA masuk ke dalam daftar sms saya, dan mengabarkan kalau saya lolos seleksi berkas (Alhamdulillah…). Saat info itu dikabarkan, kalau tidak salah saya sedang berada di Jakarta, lagi ikut Kongres Kebudayaan Pemuda Indonesia. Kalau tidak salah tepat pada tanggal 7 November 2012. Panitia MA juga mengabarkan kalau saya mesti membuat ESAI bertema “Peran andadalam mewujudkan  Indonesia yang Mandiri dan sejahtera”. Deadline pengumpulannya tanggal 15 November 2012.

Eng ing engg…Saking sibuknya di berbagai kegiatan, saya hampir lupa mengirimkan esai itu. Kala itu saya sedang berada di Padang, dalam mengikuti event Youth Reseacher Competition (YORECO) 2012. Akhirnya, kurampungkan pembuatan esai di detik-detik terakhir deadline. Di penginapan, saya mencoba membuat esai dengan cara SKS (sistem kebut semalam). (Astagfirullahhh kenapa saya terbiasa dengan sistem itu? Wallahu’alam. Yang penting hasilnya tak buruk. hehe) 😀

Well, hari berganti hari…dan ternyata panitia MA mengabarkan kalau saya masuk ke tahap interview. Alhamdulillah…mereka mengabarkan kalau wawancaranya dilakukan esok hari via telpon (what? Apa? besok? tidak kah terlalu cepat?!) dalam hati saya berkata “Wah gampang ini. Insya Allah aman!” Aman gimana? setelah kutanyakan ke panitia, dan benar saja, ketakutan itu jadi kenyataan. Wawancaranya pake bahasa Inggris. *Tuinggg english saya masih kacau T_T…Hemmm yo wes lah, saya tetap mencoba aja. Saya pun dijadwalkan ada diwawancara sekitar pukul 2-4 sore.

Seharian saya mempelajari formulir MA yang pada waktu lalu dikumpul. Juga sesekali saya mempelajari esai yang saya buat. But you know, pertanyaan yang dilontarkan tak ada satu pun yang berhubungan dengan isi formulir, tapi secara keseluruhan pada esai yang saya buat.

Yang wawancara saya adalah panitia MA di tingkat pusat. Dan saya baru tahu yang wawancara saya itu ikhwan. Ya Allah, malu lah saya coz english saya kacau + terbata-bata ga karuan. Saat wawancara saya berada di Rumah Cahaya. Sengaja saya pindah ke situ, karena takutnya di rumahku sinyal telkomsel sangat jelek. Kira-kira pukul 15.20 WITA saya diwawancara. You know, itulah pertama kali saya diwawancara via telpon + pake bahasa inggris pula lagi. Sahabatku Siti, yang kala itu menemaniku di rumcay hanya tertawa tak karuan melihat ekspresi saya yang aneh.

Saat wawancara berlangsung, pertanyaan yang beliau lontarkan yaitu 1) mengapa memilih judul esai itu? 2) Apa langkah anda dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri dan sejahtera? 3) Apa tindakan anda untuk masyarakat / komunitas di lingkungan anda? 4) Kontribusi apa yang anda lakukan pada remaja saat ini?

*Gubrakkk pertanyaannya saling mengkait antara satu sama lainnya. Pake bahasa indonesia aja belum tentu bagus hasilnya. Weleh apa lagi ini dijawab pake english 😦 😦 *Saya ga tau apa pewancara memahami atau tidak, apa yang saya katakan atas jawaban-jawaban yang saya berikan. But I should be confident 😀

Akhir dari pertanyaan-pertanyaan tadi, selanjutnya pewancara menanyakan beberapa hal dalam bahasa Indonesia. Diantaranya yakni berapa juz yang sudah dihafal? (*Astagfirullah…untuk pertanyaan yang satu ini sangatlah berat). dan ini menyadarkan diri saya, bahwa saya mesti menambah hafalan. Hafalan saya belum cukup 1 juz… But, ini sungguh menjadi motivasi YANG BESAR buat saya untuk bisa setidaknya neghafal paling sedikit semua surah yang ada di juz 30. Target saya sebelum saya sarjana S1. Ya Allah,..help me please…

Setelah itu, giliran saya yang bertanya balik ke pewawancara. Alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk bertanya. dan saat itu, saya menanyakan tentang alur atau proses seleksi MA ini sebenarnya gimana sih? (*Waduh,, takutnya saya dianggap ga serius atau hanya coba-coba aja mengikuti MA ini)…

Dan dia pun menjelaskan bahwa saat ini, saya tengah mengikuti tahap seleksi ke-2 yakni tahap wawancara. You know kawan 🙂 ternyata dari regional sulawesi ada 4 orang yang bersaing menuju tahap ke-3 yaitu tahap nasional. Tahap 1 dan 2, seleksinya hanya dilakukan via online dan telpon, sedangkan untuk tahap 3 dilaksanakan secara offlline, alias bertemu langsung dengan juri dan peserta perwakilan dari masing-masing regional. Kalau tahun lalu seleksi tahap 3 dilaksanakan di UPI. Tahun ini dimana ya? wish me luck, Aamiin…

Ke empat mahasiswa yang sampe pada tahap wawancara yaitu, saya; Pujiati Sari asal UNTAD-Palu, 1 orang dari UNHAS-Makassar, dan 2 orang dari UNG-Gorontalo. Ya Rabbi…Saya sangat terkejut, ternyata hanya 4 orang saja yang tersisa. Dan saya tak menyangka kalau kali ini saya membawa nama kampus saja 🙂 Lagi dan lagi Universitas Tadulako. SUngguh, saya bangga menjadi mahasiswa Untad (Bapak, Ibu dosen…doa kan moga Puji bisa lolos ke tahap nasional).

Usai wawancara ada rasa kelegaan dan keharuan yang membahana pada sekujur tubuh saya. Langsung saja saya memeluk erat kawan saya: Siti wasiah.

Well, apapun hasilnya, itu adalah yang terbaik buat saya. Entah saya lolos atau tidak pada tahap selanjutnya, saya akan tetap berkarya dan meng-upgrade ilmu ke-islaman saya.

Ya Allah mudahkan lah langkah hamba ini Ya Allah…