Pedoman Melanjutkan Studi S2 ke Jepang

Bissmillahirrahmanirrahim…

Alhamdulillah… akhirnya kesempatan untuk menulis kembali terbuka lebar setelah pengumuman resmi beasiswa Monbukagakusho untuk S2 di University of the Ryukyus (Ryudai) diberitahukan kepada saya. Saya menunggu hal ini sebelum mempublish hal ini agar apa yang saya tuliskan ini akan sinkron dengan apa yang saya lakukan dan saya dapatkan.
Insya Allah, dalam tulisan kali ini saya akan mencoba share pengalaman pribadi langkah-langkah yang saya tempuh untuk bisa mendapatkan beasiswa studi S2 ke Jepang dari pemerintah Jepang melalui Monbukagakusho (MEXT). Langkah-langkah yang saya tempuh sifatnya fleksibel dan relatif. Bagi sebagian orang mungkin akan terkesan mudah, namun bagi sebagian lainnya mungkin cukup ribet. Silakan di”saring” sendiri manfaatnya ya, kemudian aplikasikan dengan cara teman-teman sendiri yang mungkin lebih baik dari cara saya.
Tulisan ini akan terbagi menjadi beberapa bagian, karena saya berusaha menerangkan sebaik mungkin langkah-langkah yang saya lakukan untuk memperjuangkan impian ini. Mohon maaf jika kemudian rekan-rekan sekalian mendapatkan kata-kata atau kalimat atau hal lain yang kurang berkenan di dalamnya, semoga bisa dimaklumi. Baca lebih lanjut

Aris Setyawan: Kuli yang Menjadi Sarjana dan Trainer Motivasi Nasional

Kesuksesan bukan hadir secara kebetulan, tapi karena ada niat dari pelakunya (aris setyawan).

“Seandainya dalam hidup ini engkau menemui jalan yang berliku, hambatan, halangan dan rintangan, yakinlah di depan pasti ada jalan kemenangan. Seandainya, engkau berjalan di jalan yang lurus, tanpa menemui hambatan dan tantangan, maka hati-hatilah, siapa tahu di depan engkau akan menemui masalah. Pemenang tidak pernah menyerah dan orang yang hobi menyerah tidak akan pernah menang” (Aris Setyawan, 2008)

Ini bukan kisah dalam dongeng, bukan ada dalam halusinasi. Ini adalah kisah nyata, bukti kekuatan sebuah mimpi. Adalah seorang Aris Setyawan, enam tahun yang lalu, tepatnya tahun 2002. Seorang pemuda yang baru menjelang lulus SMA, berniat mendaftar USMI. Namun saat itu, Aris melihat uang di dompet ibunya hanya ada Rp 50.000,-. Aris mengurungkan niatnya melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi. Baca lebih lanjut

Dua lembar Kertas Usang dan 100 Mimpi

Aku sangat berterima kasih banget buat Mas Danang A.Prabowo yang telah berhasil menghipnotis saya baik melalui video pembuat jejaknya maupun tulisan2-tulisan yang beliau tulis di blognya. Hmmm, subhanallah…sungguh luar biasa. Tepat hari minggu tanggal 15 mei 2011, aku pun mulai menyusun jejak-jejakku juga. Alhasil ada 101 mimpi yang kutuliskan pada 3 lembar kertas usangku. Nggak dipungkiri berbagai celaan, remehan, de el el dari saudari dan teman-temanku tentang mimpi-mimpiku itu. Aku memang udah siap mental kok, jika diperlakukan seperti itu, coz aku udah dapetin ilmunya dari Mas Danang. (Lihat aja nanti kawan… mimpi-mimpiku itu nantinya akan terwujud. Insya Allah amin…Nih, salah satu tulisan Mas Danang yang telah menghipnotisku hingga aku bangkit kembali untuk berani bermimpi besar. Dibaca ya… Baca lebih lanjut