Pedoman Melanjutkan Studi S2 ke Jepang

Bissmillahirrahmanirrahim…

Alhamdulillah… akhirnya kesempatan untuk menulis kembali terbuka lebar setelah pengumuman resmi beasiswa Monbukagakusho untuk S2 di University of the Ryukyus (Ryudai) diberitahukan kepada saya. Saya menunggu hal ini sebelum mempublish hal ini agar apa yang saya tuliskan ini akan sinkron dengan apa yang saya lakukan dan saya dapatkan.
Insya Allah, dalam tulisan kali ini saya akan mencoba share pengalaman pribadi langkah-langkah yang saya tempuh untuk bisa mendapatkan beasiswa studi S2 ke Jepang dari pemerintah Jepang melalui Monbukagakusho (MEXT). Langkah-langkah yang saya tempuh sifatnya fleksibel dan relatif. Bagi sebagian orang mungkin akan terkesan mudah, namun bagi sebagian lainnya mungkin cukup ribet. Silakan di”saring” sendiri manfaatnya ya, kemudian aplikasikan dengan cara teman-teman sendiri yang mungkin lebih baik dari cara saya.
Tulisan ini akan terbagi menjadi beberapa bagian, karena saya berusaha menerangkan sebaik mungkin langkah-langkah yang saya lakukan untuk memperjuangkan impian ini. Mohon maaf jika kemudian rekan-rekan sekalian mendapatkan kata-kata atau kalimat atau hal lain yang kurang berkenan di dalamnya, semoga bisa dimaklumi. Baca lebih lanjut

Belajar dari Mahasiswi Berusia 87 Tahun…

Mungkin sudah banyak yang membaca tulisan ini, semoga tidak bosan untuk merefresh kembali jiwa-jiwa kita. Diambil dari e-mail seoranh sahabat.

Hari pertama kuliah di kampus, profesor memperkenalkan diri dan menantang kami untuk berkenalan dengan seseorang yang belum kami kenal. Saya berdiri dan melihat sekeliling ketika sebuah tangan lembut menyentuh bahu saya. Saya menengok dan mendapati seorang wanita tua, kecil, dan berkeriput, memandang dengan wajah yang berseri-seri dengan senyum yang cerah. Ia menyapa:

Halo. Namaku Rose. Aku berusia delapan puluh tujuh. Maukah kamu memelukku? ” Saya tertawa dan dengan antusias menyambutnya,

Tentu saja boleh!”. Dia pun memberi saya ! pelukan yang sangat erat.

Mengapa kamu ada di kampus pada usia yang masih begitu muda dan tak berdosa seperti ini?” tanya saya berolok-olok. Dengan bercanda dia menjawab,

Saya di sini untuk menemukan suami yang kaya, menikah, mempunyai beberapa anak, kemudian pensiun dan bepergian.” Baca lebih lanjut

Dulu saya kuli bangunan, akhi… (Kisah Inspirasi 2)

Namanya mungkin sudah tidak asing bagi beberapa orang, khususnya yang pernah bersinergi bersama beliau dalam acara-acara motivasi trainingnya. “Dosen” muda berbakat, begitu sebuah selebaran menyebut dirinya. Pribadi yang penuh optimisme dan semangat… demikian saya mengenal sosoknya.

“Mas… ceritakan sedikit tentang masa lalu antum sebelum kuliah, hingga kini menjadi salah seorang motivator ulung…” demikian saya bertanya padanya suatu hari.

Sejenak ia berusaha mengingat-ingat sambil mencoba mencari kata yang tepat untuk memulai.

“Perjalanan saya untuk memperoleh pendidikan yang layak setelah lulus SMA… betul-betul penuh perjuangan. Jika siswayang lain selepas SMA segera melanjutkan kuliah… saya harus bekerja dahulu. Dan jangan bayangkan pekerjaan yang saya lakukan adalah sebuah pekerjaan yang mudah, akh…” Baca lebih lanjut

Dua lembar Kertas Usang dan 100 Mimpi

Aku sangat berterima kasih banget buat Mas Danang A.Prabowo yang telah berhasil menghipnotis saya baik melalui video pembuat jejaknya maupun tulisan2-tulisan yang beliau tulis di blognya. Hmmm, subhanallah…sungguh luar biasa. Tepat hari minggu tanggal 15 mei 2011, aku pun mulai menyusun jejak-jejakku juga. Alhasil ada 101 mimpi yang kutuliskan pada 3 lembar kertas usangku. Nggak dipungkiri berbagai celaan, remehan, de el el dari saudari dan teman-temanku tentang mimpi-mimpiku itu. Aku memang udah siap mental kok, jika diperlakukan seperti itu, coz aku udah dapetin ilmunya dari Mas Danang. (Lihat aja nanti kawan… mimpi-mimpiku itu nantinya akan terwujud. Insya Allah amin…Nih, salah satu tulisan Mas Danang yang telah menghipnotisku hingga aku bangkit kembali untuk berani bermimpi besar. Dibaca ya… Baca lebih lanjut

MOZAIK-MOZAIK KEHIDUPANKU DI TAHUN 2011

Mimpi adalah kunci

Untuk kita menaklukan dunia

Berlarilah, tanpa lelah

Sampai engkau meraihnya…

(Laskar Pelangi, by Nidji)


Kalau mendengarkan lagu ini, bawaanku menjadi sangat bersemangat. Senyum sumringah pun muncul untuk menatap masa depan yang lebih cerah. Yakin banget deh kalau apa yang aku inginkan bisa tercapai. Mimpi itu seolah-olah ada di tanganku, dan terus tergenggam erat, hingga aku berazzam bahwa mimpi itu akan terwujud. Saat itu pun juga aku berkata dalam hati, “AKU YAKIN 100%, AKU PASTI SUKSES!” Baca lebih lanjut

Impian Lanjut S2 di Luar Negeri

Mimpi saya saat duduk di bangku SMP kelas III yaitu saya bisa lanjut sekolah di luar Kota Palu. Tapi, itu hanya sekedar mimpi. Tak pernah jadi kenyataan. Karena pada kenyataannya saya sekolah di SMAN 5 Palu. Ketika duduk di kelas XII SMA saya pun berimajinasi kembali agar saya bisa kuliah di luar negeri, atau paling tidak bisa kuliah di Universitas ternama di Indonesia, seperti UI, ITB, IPB, dan UGM. Mimpi hanya lah sebuah mimpi, dan harapan hanya tetap menjadi sebuah harapan, tak pernah jadi kenyataan tentang mimpi-mimpi bisa kuliah di luar. Akhirnya saya pun kuliah di Universitas Tadulako, Palu. Tapi, Alhamdulillah saya bisa kuliah di UNTAD dengan GRATIS karena saya mendapatkan beasiswa Eka Tjipta Foundation (ETF) selama 4 tahun. Baca lebih lanjut