TIPS MENDAPATKAN SKOR IELTS MIN. 6.5 dan TOEFL ITP > 550

Disclaimer: Trik ini hanya berhasil pada sebagian orang saja, jadi belum tentu COCOK untuk anda. Tapi semoga bisa jadi referensi 😀😀😀

Seperti yang sudah saya paparkan sebelumnya bahwa kesalahan terbesar saya adalah saya terlalu lama muter-muter belajar English for beginner, dan English conversation saja. Itu kesalahan besar! 😂😂😂
Rasanya saya ingin kembali ke semester 1 studi S1 dan sedikit demi sedikit menyicil academic English atau advanced level in English.

Oke kembali ke topik awal kita, gimana sih mendapatkan skor IELTS dan TOEFL ITP yang tinggi?😎

Baca lebih lanjut

Allah Pinta Muter-muter dulu 

Sebetulnya udah lelah banget berjuang untuk bisa segera study S2 di LN. Berkali-kali gagal ini dan itu. Berkali-kali mengalau ria dengan teman atau pun sendiri.

Sangat melelahkan. Setahun sudah aku di Yogyakarta. Dan awal2 ramadhan 2017 ini pun ku habiskan di Jogja.

Baca lebih lanjut

Ketika Anak Seorang Penjual Nasi Kuning “Pensiun” Menjadi Scholarship Hunter

Dear temans,
ini esai saya yang saya tulis untuk dibukukan di Antologi para penerima LPDP periode 1 tahun 2016. Nantinya akan disebar luaskan dalam bentuk ebook secara gratis. Saya kabarin deh kalo sudah selesai diususun ebooknya.
Oiya, aslinya esai ini saya mau nuliskan panjang lebar, eh ternyata dibatasi cuma 700 kata. Terpaksa banyak yang dipangkas 😀
tapi tenang kawan, nanti bakalan ada kelanjutannya. Insya Allah…
Well, silahkan dibaca esai saya ini. Semoga bermanfaat…

Baca lebih lanjut

I and my dreams

My name is Pujiati Sari. Puji for short. I am student of mathematics education at Tadulako University, Palu. I was born in Jakarta, November 2nd 1990. I and my family transmigrated from Jakarta to Palu 17 years ago . Palu is city of Central Sulawesi. I think that Palu is one of the biggest cities in Celebes. I do thank to Allah SWT because I can be continuing my education here. Life in Palu is cheaper than in Jakarta. I do not know what happen to my life if I still live in Jakarta. I think that if I still live in Jakarta, I can not continue my study to the higher level. For example, my cousins  in Jakarta can not continue their study. They just graduated from junior high school. Therefore, I wish that I can continue my study to the higher level. I want to be a researcher and professor in mathematics :-D.

Honestly, I am an ordinary person, but I felt extraordinary because of my dreams. The dreams that make me to be an extraordinary person, and I believe that sometime I can be a success woman. Although I am come from a simple family – poor, but it will not make me weak and give up. I felt rich because of my dreams. I believe that life is not about what I am, but life is what I am trying. Dream and reach it!

Baca lebih lanjut

Afrianti Raih Penghargaan “Best Presenter Award” di GYM 2014 India

AFRIANTI di GYM 2014Mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Afrianti yang saat ini tercatat sebagai Mahasiswa Jurusan Administrasi Negara FISIP Untad meraih penghargaan pada kategori “Best Presenter Award” di Kegiatan Global Youth Meets (GYM) 2014. Mengusung tema “Young Blood Donors; our Future”, GYM berlangsung selama enam hari, mulai 20 s.d. 25 Februari 2014 di kota Manipur, India.

Dalam GYM selama 15 menit setiap peserta diwajibkan untuk mempresentasikan project plan di hadapan tim penilai dan peserta dari berbagai negara. Project plan yang dipresentasikan disesuaikan dengan masalah yang ada di tiap daerah asal. Saat ditemui awak Media Tadulako (MT), Afri sapaan akrabnya, mengakui tak pernah menyangka bisa meraih penghargaan “Best Presenter Award”.

Baca lebih lanjut

Workshop of Writing, Unggul Wahyono: “Semangat baru untuk lebih kreatif dan inovatif”

Workshop of Writing

Pembukaan Kegiatan Workshop of Writing (WoW), Jum’at (14/2) di Gedung Aula FMIPA

Komunitas Anak Untad kembali menunjukan keeksisannya dengan menyelenggarakan kegiatan berupa workshop of writing (WoW) dengan tema “Ketika Menulis Menjadi Luar Biasa”. Kegiatan WoW dilaksanakan selama tiga hari, mulai tanggal 14 s.d. 16 Februari 2014, bertempat di Gedung Aula FMIPA Untad. Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian teman-teman di komunitas ini  untuk meningkatkan semangat dan kemampuan menulis mahasiswa Untad.

Baca lebih lanjut

ISIC 2013: Dua Mahasiswa Untad Memperkenalkan Budaya Sulteng di London

PENGALAMAN ISIC 2013

Para peserta ISIC 2013 saat malam penutupan kegiatan di Gedung Edmond J. Safra Lecture Theatre, King’s College London (FOTO: Pujiati Sari/MT)

Dua mahasiswa Universitas Tadulako berkesempatan untuk mempresentasikan makalahnya di ajang bergengsi ISIC 2013. Mereka adalah Pujiati Sari dan Andi Rizky Hardiansyah. Keduanya tercatat sebagai mahasiswa FKIP program studi Pendidikan Matematika. Keduanya merupakan satu tim pemakalah dari makalah yang usulkan. Judul karya yang dipresentasikan yaitu “Educational game ‘Adventure of Yojo’ based Role Playing Game (RPG) as a creative solution to preserve culture of Central Sulawesi”. Lewat sebuah permainan edukasi berbasis PRG, keduanya mencoba mengenalkan khasanah kebudayaan Sulawesi tengah.

Baca lebih lanjut

Delapan Mahasiswa Untad Mengikuti Program Pertukaran Pelajar di APU Thailand

SIAP KE THAILAND

Delapan peserta program pertukaran pelajar ke Asia Pasific University (APU) Thailand (FOTO: Pujiati Sari/MT)

Delapan mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) mengikuti  program pertukaran pelajar  di Asia Pasific University (APU) Thailand pada tanggal 24 s.d. 30 November 2013. Kedelapan mahasiswa tersebut terdiri dari lima mahasiswa jurusan Agribisnis FAPERTA dan tiga mahasiswa jurusan Manajemen FEKON. Secara berturut-turut mahasiswa tersebut yaitu Muhammad Rizal Faiz, Edi Utomo Putra, Wahyu Priyanto, Ayu Silviany Aprilia Umar, Muhammad Fardhal Pratama, Nyna Amaliah Sari, Tiara Ramadhani, dan Agus Boy H. Selama program, kedelapan mahasiswa ini didampingi oleh dosen Untad yang juga tercatat sebagai staf International Office (IO) yakni Andi Arham Adam, ST, M.Sc., Ph.D., dan Prof. Ir. Marsetyo, M.Sc.Ag., Ph.D.

Baca lebih lanjut

Laksanakan Program Pertukaran Pelajar, Dorong Jurusan/Fakultas Lain untuk Menyelenggarakan Kelas Internasional

SELEKSI PERTUKARAN PELAJAR

Andi Arham Adam, ST, M.Sc., Ph.D saat memberikan pengarahan kepada para peserta program pertukaran pelajar (FOTO: Pujiati Sari/MT)

Internasional Office (IO) Universitas Tadulako (Untad) kembali menyelenggarakan seleksi pertukaran pelajar buat mahasiswa Untad untuk belajar di luar negeri.  Seleksi pertukaran pelajar dilaksanakan pada tanggal 5 s.d. 8 November 2013 di Gedung IO Untad. Tahun ini, sasaran kampus yang dijadikan  sebagai tempat menimba ilmu yaitu Asia Pasific University (APU) Thailand. Program berlangsung selama seminggu, mulai tanggal 24 s.d. 30 November 2013.

Jika pada tahun sebelumnya program pertukaran pelajar yang diselenggarakan oleh IO dapat diikuti oleh mahasiswa dari berbagai fakultas, lain halnya dengan tahun ini, dan kemungkinan berlaku juga untuk tahun ke depannya. Pada tahun ini ditetapkan bahwa yang boleh mengikuti kegiatan internasional seperti pertukaran pelajar/studi banding ke luar negeri yaitu hanya mahasiswa yang terdaftar dalam kelas internasional saja. Saat ini Untad hanya memiliki dua jurusan internasional yaitu jurusan Agribisnis fakultas pertanian, dan jurusan manajemen fakultas ekonomi. Olehnya itu, peserta pertukaran pelajar ke APU Thailand, semuanya merupakan mahasiswa jurusan agribisnis dan Manajemen.

Baca lebih lanjut

Komunitas AnakUntad Siap Menginspirasi Lewat Event “Tadulako Menginspirasi”

TADULAKO MENGINSPIRASIKomunitas AnakUntad akan menghelat kegiatan perdananya yaitu “Tadulako Menginspirasi”, sabtu (7/12) di Auditorium Universitas Tadulako. Mengusung tema “Berbagi, Berprestasi, dan Menginspirasi”, kegiatan ini memiliki tiga tujuan utama. Pertama, sebagai bentuk apresiasi terhadap para pahlawan almamater (dalam hal ini mahasiswa berprestasi). Menampilkan mereka dalam sebuah panggung untuk kemudian berbagi ide, pemikiran, karya serta prestasinya di hadapan ribuan mahasiswa. Kedua, menciptakan role model yang baik bagi mahasiswa baru yang haus akan motivasi dan inspirasi. Ketiga, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan inspirasi bagi ribuan mahasiswa Untad lainnya untuk membuat karya nyata dan berprestasi lebih besar lagi, baik di tingkat nasional maupun di tingkat internasional.

Baca lebih lanjut

Do More, Write More

550px-Write-a-Diary-Every-Day-for-a-Year-and-Make-It-Interesting-Step-3One of my activies that I have forgotten is writing on my diary. Hmmm so long time not open it. So long time not write on it because I was so busy. Whereas, I have promised to Mr. Ahmad Fuadi while I was meeting him last year in Aceh, I promised to write on diary everyday. Bang Fuadi said that his novel (Negeri 5 Menara, and ranah 3 warna) came from his real experience that he wrote down.

Now, after I read his novel; Rantau 1 Muara, I remembered to his advice to me. But, so far I seldom write down on diary. I just write on blog. And you known, friend 🙂 Writing on diary not same with writing on blog. Why? Diary is more private, we can write everything, whereas writing on blog, hmmm no 🙂 I think I just share information which useful for public. hehe…

Baca lebih lanjut

Peringati Hardiknas, Himaptika Fkip Untad Selenggarakan LCTM

2013-05-18 17.12.52Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika (Himaptika) Fkip Untad menyelenggarakan Lomba Cepat Tepat Matematika (LCTM), Senin s.d Sabtu (6-18/5). Kegiatan yang bertajuk “Math is never flat” ini dilaksanakan di Gedung Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Palu. Secara resmi kegiatan dibuka oleh Dr. Dasa Ismaimuza, S.Pd., M.Si., selaku ketua program studi pendidikan matematika, Senin (6/5).

  Baca lebih lanjut

Lemlit Untad Selenggarakan Workshop RIP

Dari kiri ke kanan; Ketua RIP Untad, Ketua Lemlit Untad, dan sekretaris Lemlit Untad

Dari kiri ke kanan; Ketua RIP Untad, Ketua Lemlit Untad, dan sekretaris Lemlit Untad

Untuk menindak lanjuti rumusan Rencana Induk Penelitian (RIP) yang diprogramkan oleh DP2M DIKTI, Lembaga Penelitian Universitas Tadulako menyelenggarakan workshop Rencana Induk Penelitian (RIP) di Ruang Lemlit, Senin (17/12). Peserta dari kegiatan ini yakni  dosen untad dari berbagai fakultas.

Rencana Induk Penelitian (RIP) merupakan arahan kebijakan dan pengambilan keputusan dalam pengelolaan penelitian institusi dalam jangka waktu tertentu.  Melalui kebijakan ini diharapkan adanya pengembangan dan inovasi dalam penelitian.

Kegiatan yang bertema “ Daya Saing Penelitian Universitas Tadulako Dapat Ditingkatkan” ini dibuka secara resmi oleh Kepala Lemlit Untad, Prof. Dr. Sultan, M.Si.

Baca lebih lanjut

Sekilas Perjalanan Mengikuti MITI AWARD

MITIEmang ga ada yang namanya kebetulan jika sesuatu sudah ditakdirkan oleh-Nya. Di malam yang hening, saya mendapatkan dua buah pesan singkat yang isinya tentang event MITI Award. Sms itu saya dapatkan dari dua orang akhwat, yakni teman seperjuangan saya di UPIM.

Kala itu, saya langsung tertarik untuk mengikuti event itu. Syukur alhamdulillah saya ucapkan kepada Allah sehingga info itu bisa sampai ke tangan saya. Saya juga sangat berterima kasih pada kawan saya itu. Hmmm, nekad juga saya mengikuti event itu. Padahal deadline-nya esok hari T.T. Bisa kebayang ga gimana sibuknya saya mempersiapkan segala sesuatunya? Mulai dari pengisian formulir, CV, dan bukti berupa file hasil scan dari sertifikat/piagam. Semuanya hanya dipersiapkan dalam sehari alias sistem kebut semalam (SKS).

Berita gembira buat saya, alhamdulillah event seperti ini sudah pernah saya ikuti seperti pemilihan mahasiswa berprestasi (MAWAPRES) 2011 dan waktu seleksi beasiswa IELSP (Padahal keduanya gagal. Mawapres hanya sampai juara 2 di tingkat fakultas dan IELSP gagal total 🙂 ). Ya…setidaknya keikutsertaanku pada dua event sebelumnya, bisa menjadi pengalaman saat mengikuti MITI Award 2012. CV dalam bahasa inggris dan file-file scan dari bukti sertifikat 80% udah di-scan. Jadinya saya tinggal men-scan sisanya 🙂

Well, sebelumnya saya akan menjelaskan sedikit apa itu MITI AWARD. MITI itu singkatan dari Masyarakat Ilmuan dan Teknolog Indonesia. So, MITI AWARD berarti penghargaan buat masyarakat ilmuan dan teknolog Indonesia. MITI AWARD yang saya ikuti ini adalah penghargaan khusus mahasiswa.

Yang membuat saya cukup kaget sekaligus merenung sejenak pada event ini adalah bahwa event ini dikhususkan buat mahasiswa yang telah tertarbiyah atau setidaknya ngaji secara konsisten di suatu majelis. Keikut sertaan saya pada event ini, sungguh menjadikan saya merasa “seolah tak pantas” mengikutinya. Saya merasa minder untuk ikut itu. MENGAPA? karena dalam formulir pengisiannya, peserta diminta untuk menuliskan berapa hafalan surah yang telah dihafalkan? Gimana dengan bahasa asingnya? Apa punya binaan (mentee)?

Nah ini nih, pertanyaan yng terakhir ini yang bikin saya ber-istigfar banyak kali. Sebenarnya, saya punya kelompok anak mentoring (mentee), tapi udah dua bulan ga pernah dipegang. Soalnya saya sibuk keluar kota dan berbagai alasan klasik lainnya. Mengikuti MITI AWARD (MA) ini lah, saatnya saya mengaktifkan kelompok mentoring itu. Dan sangat menyesalnya saya, mengapa saya tak memulainya dari dulu? Subhanallah mereka semua kritis-kritis dan enak diajak berdiskusi 🙂 Alhamdulillah pada pandangan pertama, saya berhasil menggoda mereka, hehe…

Okeh kembali pada seleksi MA.  Seleksi MA tahap 1 dimulai pada area regional. Jadi, saya sebagai utusan dari Universitas Tadulako masuk dalam regional Sulawesi. Saya ga tahu berapa orang sulawesi yang mendaftar pada tahap pertama ini. Info tentang MA saya dapatkan pada tanggal 30 Oktober 2012, and you know that deadline pengumpulan berkas tanggal 31 Oktober 2012. Finally, dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim berkas MA saya kirim ke panitianya.

You know, sebenarnya saya ga tahu secara jelas gimana alur atau proses seleksinya event MA ini  (Saya hanya ikut-ikutan. hehe…Palingan tak beda jauh dengan seleksi Mawapres *Pikir saya saat itu. hehe). Tapi biar bagaimana pun, saya tetap mengharapkan bisa lolos ke tahap selanjutnya.

Selang beberapa hari saya mulai melupakan keikut sertaan saya pada event MA. Eh, informasi tentang MA masuk ke dalam daftar sms saya, dan mengabarkan kalau saya lolos seleksi berkas (Alhamdulillah…). Saat info itu dikabarkan, kalau tidak salah saya sedang berada di Jakarta, lagi ikut Kongres Kebudayaan Pemuda Indonesia. Kalau tidak salah tepat pada tanggal 7 November 2012. Panitia MA juga mengabarkan kalau saya mesti membuat ESAI bertema “Peran andadalam mewujudkan  Indonesia yang Mandiri dan sejahtera”. Deadline pengumpulannya tanggal 15 November 2012.

Eng ing engg…Saking sibuknya di berbagai kegiatan, saya hampir lupa mengirimkan esai itu. Kala itu saya sedang berada di Padang, dalam mengikuti event Youth Reseacher Competition (YORECO) 2012. Akhirnya, kurampungkan pembuatan esai di detik-detik terakhir deadline. Di penginapan, saya mencoba membuat esai dengan cara SKS (sistem kebut semalam). (Astagfirullahhh kenapa saya terbiasa dengan sistem itu? Wallahu’alam. Yang penting hasilnya tak buruk. hehe) 😀

Well, hari berganti hari…dan ternyata panitia MA mengabarkan kalau saya masuk ke tahap interview. Alhamdulillah…mereka mengabarkan kalau wawancaranya dilakukan esok hari via telpon (what? Apa? besok? tidak kah terlalu cepat?!) dalam hati saya berkata “Wah gampang ini. Insya Allah aman!” Aman gimana? setelah kutanyakan ke panitia, dan benar saja, ketakutan itu jadi kenyataan. Wawancaranya pake bahasa Inggris. *Tuinggg english saya masih kacau T_T…Hemmm yo wes lah, saya tetap mencoba aja. Saya pun dijadwalkan ada diwawancara sekitar pukul 2-4 sore.

Seharian saya mempelajari formulir MA yang pada waktu lalu dikumpul. Juga sesekali saya mempelajari esai yang saya buat. But you know, pertanyaan yang dilontarkan tak ada satu pun yang berhubungan dengan isi formulir, tapi secara keseluruhan pada esai yang saya buat.

Yang wawancara saya adalah panitia MA di tingkat pusat. Dan saya baru tahu yang wawancara saya itu ikhwan. Ya Allah, malu lah saya coz english saya kacau + terbata-bata ga karuan. Saat wawancara saya berada di Rumah Cahaya. Sengaja saya pindah ke situ, karena takutnya di rumahku sinyal telkomsel sangat jelek. Kira-kira pukul 15.20 WITA saya diwawancara. You know, itulah pertama kali saya diwawancara via telpon + pake bahasa inggris pula lagi. Sahabatku Siti, yang kala itu menemaniku di rumcay hanya tertawa tak karuan melihat ekspresi saya yang aneh.

Saat wawancara berlangsung, pertanyaan yang beliau lontarkan yaitu 1) mengapa memilih judul esai itu? 2) Apa langkah anda dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri dan sejahtera? 3) Apa tindakan anda untuk masyarakat / komunitas di lingkungan anda? 4) Kontribusi apa yang anda lakukan pada remaja saat ini?

*Gubrakkk pertanyaannya saling mengkait antara satu sama lainnya. Pake bahasa indonesia aja belum tentu bagus hasilnya. Weleh apa lagi ini dijawab pake english 😦 😦 *Saya ga tau apa pewancara memahami atau tidak, apa yang saya katakan atas jawaban-jawaban yang saya berikan. But I should be confident 😀

Akhir dari pertanyaan-pertanyaan tadi, selanjutnya pewancara menanyakan beberapa hal dalam bahasa Indonesia. Diantaranya yakni berapa juz yang sudah dihafal? (*Astagfirullah…untuk pertanyaan yang satu ini sangatlah berat). dan ini menyadarkan diri saya, bahwa saya mesti menambah hafalan. Hafalan saya belum cukup 1 juz… But, ini sungguh menjadi motivasi YANG BESAR buat saya untuk bisa setidaknya neghafal paling sedikit semua surah yang ada di juz 30. Target saya sebelum saya sarjana S1. Ya Allah,..help me please…

Setelah itu, giliran saya yang bertanya balik ke pewawancara. Alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk bertanya. dan saat itu, saya menanyakan tentang alur atau proses seleksi MA ini sebenarnya gimana sih? (*Waduh,, takutnya saya dianggap ga serius atau hanya coba-coba aja mengikuti MA ini)…

Dan dia pun menjelaskan bahwa saat ini, saya tengah mengikuti tahap seleksi ke-2 yakni tahap wawancara. You know kawan 🙂 ternyata dari regional sulawesi ada 4 orang yang bersaing menuju tahap ke-3 yaitu tahap nasional. Tahap 1 dan 2, seleksinya hanya dilakukan via online dan telpon, sedangkan untuk tahap 3 dilaksanakan secara offlline, alias bertemu langsung dengan juri dan peserta perwakilan dari masing-masing regional. Kalau tahun lalu seleksi tahap 3 dilaksanakan di UPI. Tahun ini dimana ya? wish me luck, Aamiin…

Ke empat mahasiswa yang sampe pada tahap wawancara yaitu, saya; Pujiati Sari asal UNTAD-Palu, 1 orang dari UNHAS-Makassar, dan 2 orang dari UNG-Gorontalo. Ya Rabbi…Saya sangat terkejut, ternyata hanya 4 orang saja yang tersisa. Dan saya tak menyangka kalau kali ini saya membawa nama kampus saja 🙂 Lagi dan lagi Universitas Tadulako. SUngguh, saya bangga menjadi mahasiswa Untad (Bapak, Ibu dosen…doa kan moga Puji bisa lolos ke tahap nasional).

Usai wawancara ada rasa kelegaan dan keharuan yang membahana pada sekujur tubuh saya. Langsung saja saya memeluk erat kawan saya: Siti wasiah.

Well, apapun hasilnya, itu adalah yang terbaik buat saya. Entah saya lolos atau tidak pada tahap selanjutnya, saya akan tetap berkarya dan meng-upgrade ilmu ke-islaman saya.

Ya Allah mudahkan lah langkah hamba ini Ya Allah…